1.1 Produk Domestik
Bruto ( PDB )
Produk
Domestik Bruto dapatlah diartikan sebagai nilai barang-barang dan jasa-jasa
yang diproduksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu. Di dalam
sesuatu perekonomian, di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang,
barang dan jasa diproduksikan oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut
tetapi oleh penduduk negara lain. Selalu didapati produksi nasional diciptakan
oleh faktor-faktor produksi yang berasal dari luar negeri. Perusahaan
multinasional beroperasi di berbagai negara dan membantu menaikan nilai barang
dan jasa yang dihasilkan oleh negara-negara tersebut.
Perusahaan
multinasional terus menyediakan modal, teknologi dan tenaga ahli kepada negara
dimana perusahaan itu beroperasi, operasinya membantu menambah barang dan jasa
yang diproduksikan di dalam negara, menambah penggunaan tenaga kerja dan
pendapatan dan sering sekali juga membantu menambah ekspor. Operasi mereka merupakan
bagian yang cukup penting dalam kegiatan ekonomi sesuatu negara dan nilai
produksi yang disumbangkannya perlu dihitung dalam pendapatan nasional. Dengan
demikian, Produk Domestik Bruto atau dalam bahasa Inggrisnya Gross Domestic Product (GDP) adalah
nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor
milik warga negara negara tersebut dan negara asing.
PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan
pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan
pengeluaran adalah :
Dimana konsumsi adalah pengeluaran yang
dilakukan oleh rumah tangga, investasi
oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah
oleh pemerintah, serta ekspor
dan impor
melibatkan sektor luar negeri.
Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor
produksi :
Dimana sewa adalah pendapatan
pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah
untuk tenaga kerja, bunga
untuk pemilik modal, dan laba
untuk pengusaha.
Secara teori, PDB dengan
pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun
karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit
dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
1.2 Pertumbuhan dan
Perubahan Struktur Ekonomi
Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka
pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang harus
dicapai dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu tidak mengherankan
jika pada awal pembangunan ekonomi suatu Negara, umumnya perencanaan
pembangunan ekonomi berorientasi pada masalah pertumbuhan. Untuk Negara-negara
seperti Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan tingkat pertumbuhan
penduduk yang sangat tinggi ditambah kenyataan bahwa penduduk Indonesia dibawah
garis kemiskinan juga besar, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat
penting dan lajunya harus jauh lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk agar
peningkatan pendapatan masyarakat perkapita dapat tercapai. Pertumbuhan ekonomi
dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan
pertumbuhan jumlah pekerja yang cepat dan merata.
1.3 Pertumbuhan Ekonomi
Selama Orde Baru Hingga Saat Ini
Pertumbuhan
ekonomi selama tahun 1966 – 1997 relativ tinggi dengan ukuran pendapatan
nasional perkapita tahun 1968 sebesar US$ 60 dan akhir tahun 1980an sebesar US$
500. Pertumbuhan ekonomi 7-8% selama tahun 1970an dan menurun 3-4% pada tahun
1998. Perkonomian nasional bergantungan valas dari ekspor barang primer (minyak
dan pertanian).
1.4 Faktor-faktor Penentu
Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
a) Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri (basis ekonomi)
Suatu negara yang pada awal pembangunan
ekonomi/industrialisasinya sudah memiliki industri-industri dasar.
b) Besarnya pasar dalam negeri
Besarnya pasar domestic ditentukan oleh kombinasi antara
jumlah populasi dan tingkat pendapatan riil perkapita.
c) Pola distribusi pendapataan
Faktor ini sangat mendukung faktor pasar dan tingkat
pendapatan rata-rata perkapita naik pesat.
d) Karakteristik dari industrialisasi
Strategi pengembangan industry yang ditetapkan, jenis
industri yang diunggulkan, pola pembangunan industri, dan insentif yang diberikan.
e) Keberadaan SDA
Negara yang kaya SDA mengalami pertumbuhan ekonomi yang
lebih rendah atau terlambat melakukan industrialisasi.
f) Kebijakan perdagangan luar negeri
Negara yang menerapkan kebijakan ekonomi tertutup (inward looking), pola dan hasil
industrialisasi berbeda dibandingkan di negara-negara yang menerapkan kebijakan
ekonomi terbuka (outward looking).
1.5 Perubahan Struktur
Ekonomi
Definisi dari perubahan struktur ekonomi adalah suatu
rangkaian perubahan yang saling tekait satu dengan yang lainnya dalam komposisi
AD, perdagangan luar negri (ekspor dan impor), AS (produksi dan menggunakan
faktor-faktor produksi yang diperlukan mendukung proses pembangunan ekonomi
yang berkelanjutan) (chenery, 1979). Pembangunan ekonomi jangka panjang
(PDB/PN) merubah struktur ekonomi dari pertanian menuju industri (sector non primer) terutama industri
manufaktur dengan increasing return to
scale.
Semakin
cepat pertumbuhan ekonomi semakin meningkat pendapatan perkapita, semakin cepat
perubahan struktur ekonomi. Teori perubahan struktur ekonomi :
a) Teori Arthur Lewis (Teori migrasi)
Teori ini membahas pembangunan di pedesaan (perekonomian
tradisional dengan pertanian sebagai sektor utama) dan perkotaaan (perekonomian
modern dengan industri sebagai sektor utama).
Di pedesaan tingkat pertumbuhan penduduk sangat tinggi,
sehingga kelebihan supply Tenaga Kerja (TK) dan tingkat hidup yang subsistence, sehingga produk marjinalnya
sama dengan nol dengan upah yang rendah. Produk marjinal = 0 berarti fungsi
produksi sektor pertanian telah optimal. Jika jumlah TK > dari titik
optimal, maka produktivitas menurun dan upah menurun. Dengan mengurangi jumlah
TK yang terlalu banyak dibandingkan tanah dan capital tidak merubah jumlah outputnya.
Diperkotaan, sektor industri kekurangan TK, sehingga
produktivitas TK menjadi tinggi dan nilai produk marjinalnya positif yang
menunjukkan fungsi produksinya belum mencapai titik optimal, sehingga upahnya
juga tinggi.
Perbedaan upah ini menyebabkan migrasi/urbanisasi TK dari
desa ke kota, sehingga upah TK meningkat dan akhirnya pendapatan Negara
meningkat. Pendapatan yang meningkat meningkatkan permintaan makanan (output
meningkat) dan dalam jangka panjang perekonomian pedesaan tumbuh dan permintaan
produk industri dan jasa meningkat yang menjadi motor utama pertumbuhan output
dan diversifikasi produk non pertanian.
b) Teori Hollis Chenery (Teori transformasi struktural/pattern of development)
Penelitian Chenery menunjukkan peningkatan pendapatan perkapita
merubah :
- Pola konsumsi dari makanan dan kebutuhan pokok ke produk manufaktur dan jasa
- Akumulasi capital secara fisik dan SDM
- Perkembangan kota dan industri
- Penurunan laju pertumbuhan penduduk
- Ukuran keluarga yang kecil
- Sektor ekonomi di dominasi oleh sektor non primer terutama industri
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar