Jumat, 22 April 2016

PDB, PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI


1.1   Produk Domestik Bruto ( PDB )

Produk Domestik Bruto dapatlah diartikan sebagai nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu. Di dalam sesuatu perekonomian, di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang, barang dan jasa diproduksikan oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut tetapi oleh penduduk negara lain. Selalu didapati produksi nasional diciptakan oleh faktor-faktor produksi yang berasal dari luar negeri. Perusahaan multinasional beroperasi di berbagai negara dan membantu menaikan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara-negara tersebut.

Perusahaan multinasional terus menyediakan modal, teknologi dan tenaga ahli kepada negara dimana perusahaan itu beroperasi, operasinya membantu menambah barang dan jasa yang diproduksikan di dalam negara, menambah penggunaan tenaga kerja dan pendapatan dan sering sekali juga membantu menambah ekspor. Operasi mereka merupakan bagian yang cukup penting dalam kegiatan ekonomi sesuatu negara dan nilai produksi yang disumbangkannya perlu dihitung dalam pendapatan nasional. Dengan demikian, Produk Domestik Bruto atau dalam bahasa Inggrisnya Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor milik warga negara negara tersebut dan negara asing.

PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah :


Dimana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, serta ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi :

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Dimana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.

1.2   Pertumbuhan dan Perubahan Struktur Ekonomi

Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang harus dicapai dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pada awal pembangunan ekonomi suatu Negara, umumnya perencanaan pembangunan ekonomi berorientasi pada masalah pertumbuhan. Untuk Negara-negara seperti Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ditambah kenyataan bahwa penduduk Indonesia dibawah garis kemiskinan juga besar, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting dan lajunya harus jauh lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk agar peningkatan pendapatan masyarakat perkapita dapat tercapai. Pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan jumlah pekerja yang cepat dan merata.
                                                                                   
1.3   Pertumbuhan Ekonomi Selama Orde Baru Hingga Saat Ini

Pertumbuhan ekonomi selama tahun 1966 – 1997 relativ tinggi dengan ukuran pendapatan nasional perkapita tahun 1968 sebesar US$ 60 dan akhir tahun 1980an sebesar US$ 500. Pertumbuhan ekonomi 7-8% selama tahun 1970an dan menurun 3-4% pada tahun 1998. Perkonomian nasional bergantungan valas dari ekspor barang primer (minyak dan pertanian).

1.4   Faktor-faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

a)      Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri (basis ekonomi)
Suatu negara yang pada awal pembangunan ekonomi/industrialisasinya sudah memiliki industri-industri dasar.

b)      Besarnya pasar dalam negeri
Besarnya pasar domestic ditentukan oleh kombinasi antara jumlah populasi dan tingkat pendapatan riil perkapita.

c)      Pola distribusi pendapataan
Faktor ini sangat mendukung faktor pasar dan tingkat pendapatan rata-rata perkapita naik pesat.

d)      Karakteristik dari industrialisasi
Strategi pengembangan industry yang ditetapkan, jenis industri yang diunggulkan, pola pembangunan industri, dan insentif yang diberikan.

e)      Keberadaan SDA
Negara yang kaya SDA mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah atau terlambat melakukan industrialisasi.

f)       Kebijakan perdagangan luar negeri
Negara yang menerapkan kebijakan ekonomi tertutup (inward looking), pola dan hasil industrialisasi berbeda dibandingkan di negara-negara yang menerapkan kebijakan ekonomi terbuka (outward looking).

1.5   Perubahan Struktur Ekonomi

Definisi dari perubahan struktur ekonomi adalah suatu rangkaian perubahan yang saling tekait satu dengan yang lainnya dalam komposisi AD, perdagangan luar negri (ekspor dan impor), AS (produksi dan menggunakan faktor-faktor produksi yang diperlukan mendukung proses pembangunan ekonomi yang berkelanjutan) (chenery, 1979). Pembangunan ekonomi jangka panjang (PDB/PN) merubah struktur ekonomi dari pertanian menuju industri (sector non primer) terutama industri manufaktur dengan increasing return to scale.

Semakin cepat pertumbuhan ekonomi semakin meningkat pendapatan perkapita, semakin cepat perubahan struktur ekonomi. Teori perubahan struktur ekonomi :

a)      Teori Arthur Lewis (Teori migrasi)

Teori ini membahas pembangunan di pedesaan (perekonomian tradisional dengan pertanian sebagai sektor utama) dan perkotaaan (perekonomian modern dengan industri sebagai sektor utama).

Di pedesaan tingkat pertumbuhan penduduk sangat tinggi, sehingga kelebihan supply Tenaga Kerja (TK) dan tingkat hidup yang subsistence, sehingga produk marjinalnya sama dengan nol dengan upah yang rendah. Produk marjinal = 0 berarti fungsi produksi sektor pertanian telah optimal. Jika jumlah TK > dari titik optimal, maka produktivitas menurun dan upah menurun. Dengan mengurangi jumlah TK yang terlalu banyak dibandingkan tanah dan capital tidak merubah jumlah outputnya.

Diperkotaan, sektor industri kekurangan TK, sehingga produktivitas TK menjadi tinggi dan nilai produk marjinalnya positif yang menunjukkan fungsi produksinya belum mencapai titik optimal, sehingga upahnya juga tinggi.

Perbedaan upah ini menyebabkan migrasi/urbanisasi TK dari desa ke kota, sehingga upah TK meningkat dan akhirnya pendapatan Negara meningkat. Pendapatan yang meningkat meningkatkan permintaan makanan (output meningkat) dan dalam jangka panjang perekonomian pedesaan tumbuh dan permintaan produk industri dan jasa meningkat yang menjadi motor utama pertumbuhan output dan diversifikasi produk non pertanian.

b)      Teori Hollis Chenery (Teori transformasi struktural/pattern of development)

Penelitian Chenery menunjukkan peningkatan pendapatan perkapita merubah :
  • Pola konsumsi dari makanan dan kebutuhan pokok ke produk manufaktur dan jasa 
  • Akumulasi capital secara fisik dan SDM 
  • Perkembangan kota dan industri 
  • Penurunan laju pertumbuhan penduduk 
  • Ukuran keluarga yang kecil 
  • Sektor ekonomi di dominasi oleh sektor non primer terutama industri
Chenery menyatakan bahwa proses transformasi struktural dapat dipercepat jika pergeseran pola permintaan domestik ke arah produk manufaktur dan diperkuat dengan ekspor.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar