Minggu, 18 Oktober 2015

BAB 4 KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL


BAB 4
KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL

Pengertian Kewiraswastaan

Kewiraswastaan (Enterpreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang dijalankannya, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan di samping juga kepuasan. Bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu (wiraswastawan/entrepreneur) sebagai alternative penyediaan lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal itu, kita sebut wiraswasta.
           Wiraswasta pengertian wiraswastawan menunujuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
  • Berdiri diatas kekuatan sendiri
  • Mengambil keputusan untuk diri sendiri
  • Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya sendiri
  • Mengambil resiko
  • Tegas
  • Memperhatikan lingkungan sosial untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik bagi semua orang
Peranan Wiraswastawan
  • Memimpin usaha secara teknis maupun ekonomis dengan berbagai aspek fungsional 
  • Mencari keuntungan bisnis 
  • Membawa perusahaan ke arah kemampuan 
  • Memperkenalkan hasil produksi baru 
  • Memperkenalkan cara produksi yang lebih maju 
  • Membuka pasar 
  • Merebut sumber bahan mentah maupun bahan setengah jadi 
  • Melaksanakan bentuk organisasi perusahaan yang baru
Unsur Penting Wiraswasta

Dalam wiraswasta ada beberapa unsur penting yang saling terkait satu sama lainnya. Unsur-unsur tersebut adalah :
      1)      Unsur Pengetahuan
       Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang.Pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang bersangkutan.

      2)      Unsur Keterampilan
       Pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang dilengkapi keterampilan tinggi akan mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi.

      3)      Unsur Kewaspadaan
       Merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga yang akan dialami.
  
PERUSAHAAN KECIL

Perusahaan kecil memegang peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukkan bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya. Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dalam kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT. ASTRA International, dll. Awal mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.

          Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengertian Usaha Kecil yaitu: Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

      Kriteria Usaha Kecil menurut Undang-Undang Republik Indonesia adalah sebagai berikut : 
  • Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. 
  • Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).
Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia, secara umum adalah : 
  • Manajemen berdiri sendiri, dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan. Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam UKM. 
  • Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal. 
  • Daerah operasinya umumnya lokal, walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri, berupa ekspor ke negara-negara mitra perdaganga. 
  • Ukuran perusahaan, baik dari segi total aset, jumlah karyawan, dan sarana prasarana yang kecil.
Perkembangan Franchising di Indonesia

          Waralaba (franchise) sebenarnya merupakan suatu sistem bisnis yang telah lama dikenal oleh dunia, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh perusahaan mesin jahit Singer di Amerika Serikat, pada tahun 1851 yang kemudian diikuti oleh General Motors Industry pada tahun 1898.

          Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun 1950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di Amerika Serikat menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Kerajaan Inggris (UK) berkembangnya waralaba dirintis oleh J.Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada dekade 60-an.

          Format bisnis waralaba memang tak dapat dipungkiri eksistensinya dan digemari oleh pengusaha-pengusaha mengingat kecilnya risiko kegagalan yang mungkin timbul dalam menjalankan usaha khususnya bagi pengusaha-pengusaha pemula. Bahkan dibanyak negara, kegagalan usaha yang mempergunakan format bisnis waralaba prosentasenya tidak lebih dari satu digit.

          Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai dikenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba asing di sektor usaha rumah makan siap saji (Fast Food Chain Restaurant) antara lain KFC, Pioneer Take Out, Texas Church, dll. Sedangkan waralaba (franchise) generasi pertama yang cenderung disebut lisensi memang telah lebih dahulu dikenal, antara lain seperti Coca-cola, obat-obatan, dsb.

          Jaringan bisnis ini berkembang sangat pesat dalam waktu yang singkat, bahkan menurut data di Deperindag RI hingga tahun 1997 (sebelum terjadinya Krisis Moneter) telah terdaftar lebih dari 250 perusahaan sebagai penerima waralaba (franchise) dari suatu waralaba asing, dan tersebar di beberapa bidang usaha, antara lain :
  • Rumah makan/restoran 
  • Jasa pemasaran 
  • Hotel 
  • Toko buku dan toko cindera mata 
  • Minimarket 
  • Persewaan kendaraan 
  • Pusat kebugaran dan perawatan tubuh 
  • Penata rambut, salon kecantikan, dll.

          Di sisi lain, perusahaan lokal yang telah mengembangkan usahanya dengan mempergunakan format bisnis waralaba jumlahnya tidaklah sebanyak waralaba asing banyak atau hanya sekitar 10 persen dari jumlah waralaba asing yang ada di Indonesia. Perusahaan lokal tersebut antara lain Es Teller 77, CFC, Indomaret, Alfamaret, dll.

          Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchise) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui Master Franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramid atau sistem sel suatu jaringan format bisnis waralaba berekspansi.

          Bahkan dari data Deperindag RI, hingga tahun 1997 telah tedaftar sekitar 250 perusahaan penerima Waralaba dimana hampir 70 persennya bergerak di bidang restoran siap saji. Pesatnya perkembangan waralaba daerah perkotaan di Indonesia, karena di dukung oleh jumlah populasi yang tinggi dan daya beli yang baik, di samping pola makan masyarakat bisnis (middle-up) yang cenderung makan di luar rumah.

Berikut ini adalah definisi dari istilah tersebut berdasarkan PP No.16 Tahun 1997, yaitu :

       a)      Pemberi waralaba

Badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba.

      b)     Penerima waralaba

Badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba.

      c)      Penerima waralaba utama

Penerima waralaba yang melasanakan hak membuat perjanjian Waralaba Lanjutan yang diperoleh dari pemberi waralaba.

     d)     Penerima waralaba lanjutan

Badan usaha atau perorangan yang menerima hak untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba melalui penerima Waralaba Utama.

     e)      Perjanjian waralaba

Perjanjian secara tertulis antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba.

     f)       Perjanjian waralaba lanjutan

Perjanjian secara tertulis antara Penerima Waralaba Utama dengan Penerima Waralaba Lanjutan.

Ciri-ciri Perusahaan Kecil

Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut : 
  • Manajemen berdiri sendiri
Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga, dengan predikat yang di sandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak dan mengambil keputusan. 
  • Investasi modal terbatas
Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relative kecil.
  • Daerah operasinya lokal
Dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
  • Ukuran secara keseluruhan
Relative kecil (Penyelenggara di bidang operasinya tidak dominan)

Kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil

          Fakta menunjukkan banyak wiraswastawan memulai aktivitasnya dalam bentuk perusahaan kecil sebelum akhirnya berkembang menjadi besar. Berbagai bidang usaha memberikan kesempatan usaha, tingkat perolehan keuntungan, maupun tingkat risiko yang berbeda-beda. Contoh berbagai bidang usaha tersebut adalah usaha tani, usaha peternakan, industri agroturisme (pariwisata pertanian), usaha jasa, dan lain-lain. Dalam berbagai usaha tersebut, dewasa ini perusahaan-perusahaan jasa merupakan alternatif pilihan yang menarik dan berkembang dengan pesat. Sektor jasa mulai berkembang lebih pesat dibandingkan dengan sektor-sektor ekonomi lainnya. Lebih dari sepertiga perusahaan menjual jasa dan bukan produksi. Persentase pendapatan masyarakat yang dibelanjakan untuk jasa juga semakin meningkat.

          Terlepas dari bidang usaha yang dipilih, sebagaimana dijumpai pada hampir semua kondisi, perusahaan kecil juga memiliki kekuatan dan kelemahan. Kekuatan perusahaan kecil terutama berkenaan dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyusaikan diri dengan kebutuhan setempat. Sebaliknya, kelemahan perusahaan kecil terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal, dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.

          Menurut Muhammad Taufiq, UKM memiliki ciri-ciri skala usaha kecil, padat karya, berbasis sumberdaya lokal dan sumberdaya alam, pelaku banyak, dan menyebar, sehingga dari ciri-ciri tersebut dapat diuraikan beberapa kekuatan dan kelemahan UKM sebagai berikut :

a.      Skala usaha kecil

Salah satu karakter penting dari UKM adalah skala usahanya yang relatif kecil. Meskipun batas atas kategori usaha kecil adalah dengan omset maksimal 1 miliar, namun dalam kenyataannya sebagian besar usaha kecil justru memiliki omset dibawah 500 juta. Mengacu pada argumentasi bahwa salah satu sumber keunggulan adalah melalui economies of scale, maka akan sulit bagi usaha berskala kecil secara individual untuk bersaing dengan usaha berskala besar dalam suatu aktivitas bisnis yang sama.

b.      Padat karya

Produk usaha berskala kecil pada umumnya sangat padat karya. Kegiatan produksi yang melibatkan banyak tenaga kerja sebagai konsekuensi dari aktivitas yang menghasilkan produk yang berciri hand made. Produk UKM yang bersandar pada keahlian dan keterampilan tangan ini membawa konsekuensi pada kurangnya aspek presisi dan kesulitan untuk distandarisasi. Disamping memiliki kelemahan, aktivitas bisnis yang mengandalkan keterampilan individu tentu juga memiliki keunikan, sehingga mendapat pasar yang tersendiri. Keunikan produk UKM dapat dikembangkan sebagai sumber keungulan menghadapi produk-produk yang berbasis pabrikasi (produk cetak).

c.       Berbasis sumber daya lokal dan sumberdaya alam.

Salah satu ciri dari orientasi berusaha di kalangan UKM pada umumnya adalah lebih kepada upaya melakukan aktivitas apa yang bisa dilakukan dengan sumberdaya yang ada, ketimbang memproduksi sesuatu yang diminta oleh pasar. Dengan kata lain aktivitas usaha UKM lebih kepada production oriented, memproduksi sebaik mungkin apa yang bisa dilakukan dengan bertumpu pada ketersediaan sumberdaya yang ada. Karakter aktivitas bisnis UKM seperti ini menghasilkan produk-produk unggulan yang komparatif pada masing-masing wilayah. Kebersinambungan usaha yang berbasis sumberdaya alam tentu sangat rentan, manakala UKM terlibat dalam aktivitas produksi yang mengeksploitasi sumberdaya alam yang tidak terbaharui.

d.      Pelaku banyak

Karena hampir tidak ada barrier to entry pada aktivitas bisnis UKM, baik dari aspek teknologi, investasi, manajemen, perlindungan hak intelektual, maka sangat mudah bagi masyarakat untuk masuk ke dalam industri yang digeluti oleh UKM. Sebagai konsekuensinya relatif sangat banyak pelaku bisnis UKM dalam sektor dan kegiatan bisnis tertentu. Di satu sisi struktur usaha seperti ini sangat baik untuk mendorong kompetisi, tetapi di lain pihak UKM sering dihadapkan pada kondisi dimana banyak UKM sebagai produsen menghadapi kekuatan monopsonis.

e.      Menyebar

Aktivitas bisnis UKM dapat dijumpai hampir diseluruh pelosok tanah air serta diberbagai sektor. Dengan demikian, bila UKM dapat mengembangkan jaringan yang efektif, maka konsep global production dapat dipenuhi, karena UKM mampu menghasilkan produk di mana saja dan memasarkannya ke mana saja serta kapan saja. Dengan kata lain produk UKM yang sejenis sangat mudah diperoleh masyarakat dimana saja dan kapan saja.

Keuntungan Perusahaan Kecil

           Kebebasan dalam bertindak mangacau pada fleksibilitas gerak perusahaan dan kecepatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar. Hal ini lebih memungkinkan dalam perusahaan kecil karena ruang lingkup layanan perusahaan relativ kecil, sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat. Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat, ke eratan hubungan denga pelanggan, serta fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan.

Kelemahan Perusahaan Kecil

Perusahaan dengan ukuran apa saja (Besar, sedang, maupun kecil) selalu mengandung resiko. Perusahaan kecil lebih mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk. Kelemahan perusahaan kecil yang terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.

Mengembangkan Perusahaan Kecil

Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal : Profil Pribadi (Dalam kaitannya dengan kelayakan kredit, referensi-referensi, perincian pengalaman perusahaan), Profil Perusahaan (Dalam kaitannya dengan sejarah, analisis tentang para pesaing dan pasar, strategi persaingan dan rencana operasi, rencana arus uang kontan) serta Paket Pinjaman (Dalam kaitannya dengan jumlah yang diminta, jenis pinjaman yang di minta, alasan pembenaran, jadwalan pembayaran kembali dan ketentuan-ketentuan pembayaran). Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan kemampuan manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.

Kegagalan Perusahaan Kecil

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam perusahaan kecil. Sebagian penyebab kegagalan telah disebutkan seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagih piutang yang macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, permasalahan kecakapan pribadi, kesalahan pemilihan bidang usaha, dll.
Secara umum tanda-tanda kegagalan perusahaan ditunjukkan oleh :
  • Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan 
  • Perbandingan utang yang semakin tinggi 
  • Biaya operasi yang semakin meningkat 
  • Pengurangan dalam modal kerja 
  • Penurunan dalam keuntungan 
  • Peningkatan kerugian
Perbedaan Antara Kewirausahaan dan Bisnis Kecil

Banyak guru, dosen ataupun pengusaha, berpendapat bahwa kewirausahaan dan bisnis kecil itu berbeda, padahal sama sekali tidak ada perbedaannya. Berikut beberapa persamaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil :
  • Mereka sama-sama berbisnis 
  • Pengukuran potensi bisnis sama 
  • Kapasitas bisa dikatakan hampir sama karena membuat lapangan kerja 
  • Unsur permodalan hanya di lihat dari sudut pandang yang berbeda ketika memulai dan di mulai 
  • Jiwa enterpreneur yang dimiliki sama 
  • Ujung pangkalnya adalah pengembangan potensi enterpreneur sejatinya, apakah langgeng atau tidak

KESIMPULAN

Kewirausahaan suatu semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

           Kewirausahaan tidak hanya menyangkut kegiatan yang bersifat komersial (mencari untung semata) tetapi juga kegiatan yang tidak komersial sejauh dilakukan dengan semangat, sikap atau perilaku yang tepat dan unggul untuk meningkatkan efisiensi dalam arti seluas-luasnya dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada semua pihak yang berkepentingan (langganan dalam arti luas, termasuk masyarakat, bangsa, dan negara).

RIZKY HERMAWAN

27215731

1EB17

Sumber :

Rabu, 14 Oktober 2015

BAB 2 PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN


BAB 2
PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Pengertian Perusahaan

          Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat atau suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang bertujuan untuk mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan masyarakat dengan cara yang menguntungkan.

Berikut beberapa pengertian perusahaan secara umum menurut para ahli di bawah ini :
  • Menurut pendapat Kansil (2001 : 2) Definisi atau pengertian perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.
  • Menurut pendapat Swastha dan Sukotjo (2002 : 12) Definisi atau pengertian perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
  • Definisi perusahaan dalam Pasal 1 huruf (b) UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, adalah sebagai berikut : Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba (Kansil, 2001). 

Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan

          Salah satu penentu efisiensi kerja suatu perusahaan adalah dengan menentukan tempat kedudukan dan letak perusahaan itu sendiri. Yang di maksud dengan letak dan tempat kedudukan adalah perusahaan kantor pusat perusaahan tersebut.

         Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan perusahaan dengan lembaga-lembaga lain seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan maupun dengan pelanggan.

          Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau produksi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya. Dalam penentuan letak perusahaan, hal yang lebih diperhatikan adalah efisiensi biaya seperti harga bahan mentah, tingkat upah buruh, tanah, pajak, biaya alat produksi tahan lama, biaya atas jasa pihak ketiga, dll.

          Pemilihan tempat dan letak perusahaan adalah faktor penting untuk menjamin tercapainya tujuan perusahaan, efisiensi perusahaan, daerah pemasaran produk.

Jenis-jenis letak perusahaan dibedakan menjadi 4, antara lain :

a)      Terkait pada alam

 Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, jadi tidak dapat ditentukan oleh manusia.
Contoh : Usaha pertanian, perusahaan pertambangan emas, minyak bumi, dll

b)     Berdasarkan sejarah

 Letak perusahaan ini hanya dapat menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Kerajinan batik di daerah Surakarta dan Yogyakarta. Hal ini disebabkan karena pengrajin seni membatik ini di mulai dari para wanita dalam kraton.

c)      Ditetapkan oleh pemerintah

 Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan menjalankan aktivitasnya. Hal ini agar masyarakat disekitar lokasi tersebut tidak merasa terganggu. Perusahaan didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin

d)     Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi 

 Pada umunya jenis perusahaan bersifat industri. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan : 
      • Dekat dengan bahan baku, pasar 
      • Dekat dengan pemasok tenaga kerja, tenaga air 
      • Dekat dengan transportasi umum 
      • Kesesuaian iklim 
      • Besarnya modal

Perusahaan dan Lembaga Sosial

          Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, bukan hanya untuk mencapai keuntungan maximal tetapi juga mempunyai tujuan membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.

          Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.

          Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.

          Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Meskipun demikian memperoleh laba bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Masih ada tujuan lain seperti memberikan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, prestise, pertimbangan politik, upaya pengabdian kepada masyarakat dan sebagainya.

          Dengan demikian, yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup, dan tanggung jawab sosial. Lembaga sosial lebih menekankan prioritasnya pada tanggung jawab sosial. Sebaliknya, perusahaan berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Tujuan Pendirian Perusahaan

Tujuan didirikannya perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Tujuan ekonomis  :   Upaya perusahaan untukmempertahankan eksistensinya. 
                      Contoh     :   Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, 
                                               kualitas, harga dan kuantitas
  • Tujuan sosial        :   Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia,
                                               faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
          Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.

Perusahaan Sebagai Suatu Sistem

          Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah sebagai suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, maupun tanggung jawab sosial.

          Menurut Brad Sugars “as a commercial, profitable enterprise that works without you”. Artinya sebuah bisnis akan bisa berjalan tanpa kita harus hadir, jika kita sebagai owner telah berhasil membangun sistem. Menurut Bard Sugars ada 4 kunci area yang harus dibuat sistemnya, yaitu :

      1.      People & Education (SDM & Pendidikan)

Di area ini terdapat beberapa sistem yang disarankan, yaitu :
-    Membangun Training System (Sistem Pelatihan)
-    Kontrak kerja dengan setiap pegawai
-    Membuat aturan perusahaan
-    Membangun sistem penghargaan & kompensasi (Recognition & Remuneration)

      2.      Delivery & Distribution (Pengiriman & Distribusi)

Di area ini, ada beberapa sistem yang perlu dipertimbangkan :
-    Merubah kemasan produk untuk keamanan pengiriman
-    Melakukan stock opname secara regular
-    Mengukur biaya-biaya pengiriman (Delivery) untuk produk atau jasa
-    Mengukur kualitas & profesionalisme dalam jasa pengiriman

      3.      Testing & Measuring

       Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan untuk testing and measuring. Langkah awalnya ialah dengan memonitor yang sedang dilakukan saat ini, kemudian pangkas, modifikasi, dan tingkatkan apa yang sedang dilakukan, tergantung hasil yang didapatkan. Atas hasil tersebut, uji & ukur hasilnya selama dua minggu, dan cek bagaimana hasil yang didapatkan, lalu jika perlu maka konsolidasikan hasilnya ke orang lain. Sebagai langkah akhir maka implementasikan strategi lain atau coba sesuatu yang baru untuk meningkatkan hasilnya, apakah telah sesuai dengan tujuan awal. Berikut beberapa hal yang disarankan untuk testing dan measuring :
-    Menyusun anggaran tahunan dan bulanan secara lengkap
-    Sistem pembelian secara lengkap untuk semua pembelian internal
-    Analisis profit dalam setiap kampanye marketing secara lengkap
-    Sistem kas kecil (petty cash) yang lengkap
-    Memelihara pencatatan margin profit

      4.      Systems & Technology

       Hal yang perlu memastikan bahwa semua sistem yang dibangun berjalan baik. Area ini adalah semua tentang sistem dan teknologi yang secara ideal dibuat tersistematisasi. Berikut beberapa hal cepat & mudah yang disarankan :
-    Jadwal pemeliharaan regular semua peralatan secara langkap
-    Gunakan sistem komputer (software) untuk memantau hutang dan tagihan
-    Dokumentasikan & gambarkan semua tugas (jobdesc) dalam Manual Operasi
-    Jalankan sistem kontrol persediaan secara terkomputerisasi
-    Sistem yang lengkap tentang pelatihan
-    Gunakan program computer (software) yang terbaru
-    Meningkatkan sistem telepon/fax secara sempurna

Langkah Membangun Sistem Perusahaan

          Dalam bukunya “Instant Systems”, Brad Sugars menjelaskan 9 langkah yang diperlukan untuk membangun sistem perusahaan, antara lain :

Langkah 1 : Visi 
Tetapkan visi perusahaan Anda. Visi adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh bisnis Anda. Ibarat gunung, visi adalah puncak gunungnya.

Langkah 2 : Pernyataan Misi 
Pernyataan misi adalah bagaimana bisnis Anda akan mencapai visi. Lebih detail daripada visi. Ibarat gunung, misi adalah jalan menuju puncak gunung.

Langkah 3 : Pernyataan Budaya (Culture) 
Secara umum, setidaknya Anda dapat memasukkan 12 point berikut :
-   4 nilai terpenting sebagai pemimpin perusahaan
-   4 nilai terpenting dari tim Anda
-   4 nilai terpenting dari customer Anda

Langkah 4 : Tujuan 
Penetapan tujuan akan membantu Anda untuk mencapai visi. Sebab tujuan harus dibuat dalam kerangka waktu.

Langkah 5 : Struktur Organisasi 
Anda perlu mempertimbangkan posisi-posisi apa saja yang ada ketika bisnis Anda sudah selesai (saat berjalan tanpa kehadiran Anda). Anda perlu merencanakan itu semua di depan.

Langkah 6 : Kontrak Posisi 
Sangat penting mengatakan kepada SDM Anda, apa yang mereka harus dilakukan. Sampaikan dengan jelas. Memiliki kontrak posisi (kontrak kerja) akan menyelamatkan Anda dari perselisihan yang dapat melibatkan emosi & kesalahpahaman.

Langkah 7 : Indikator Kinerja (Key Performance Indicators) 
Anda harus memiliki Key Performance Indicators (Indikator Kinerja) untuk setiap posisi. Secara umum, setiap posisi sebaiknya memiliki tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 10 KPI.

Langkah 8 : Manual How-to 
Manual How-to tidak harus selalu dalam bentuk tertulis, tapi juga bisa dalam bentuk video atau audio atau apapun selama bisa mencapai tujuan.

Langkah 9 : Milestone 
Banyak tahap-tahap yang harus dilalui oleh sebuah bisnis dari masa pertumbuhan mencapai tahapan maturity. Ada banyak peristiwa yang bisa dijadikan milestone (tonggak bersejarah) selama perjalanan bisnis itu. Gunakan milestone tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem.

Fungsi Perusahaan

          Dalam mencapai tujuan suatu perusahaan, ada dua fungsi perusahaan yang apabila dijalankan perusahaan dapat menjalankan operasinya dengan terkoodinir, terintegrasi, baik dan lancar, perusahaan dapat mencapai tujuannya, yaitu :

  • Fungsi Operasi 
Pembelian bahan baku, produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasi, komunikasi, pelayanan umum dan fungsi operasi penunjang.
  • Fungsi Manajemen 
Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian

Ciri-Ciri Perusahaan

         Setiap perusahaan memiliki ciri-ciri yang menunjukkan atau mencerminkan kekhasan perusahaan tersebut yang membuat perusahaan yang bersangkutan mudah dikendali. Ciri umumnya adalah :
  • Operatif 
Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia ataupun pendistribusian.
    • Koordinatif
    Koordinasi diperlukan karena suatu perusahaan dijalankan oleh lebih dari satu individu. Maka dibutuhkan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan secara optimal.
    • Regular
    Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
    • Dinamis
    Karena lingkungan selalu berubah (dinamis), perusahaan harus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan agar tetap bertahan.
    • Formal
    Perusahaan selaku pelaku kegiatan ekonomi harus tunduk dan patuh kepada peraturan yang berlaku di pemerintah setelah memenuhi persyaratan pendirian.
    • Lokasi
    Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.


    LINGKUNGAN PERUSAHAAN

              Lingkungan perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :

          1.      Lingkungan Eksternal 

           Lingkungan eksternal perusahaan tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan maupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Lingkungan eksternal perusahaan dibedakan menjadi 2, antara lain :

              a.      Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal  yang tidak berpengaruh langsung
          terhadap kegiatan usaha.
    Contoh :

    ·         Keadaan alam : SDA, lingkungan
    ·         Politik dan hankam : Kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan berada menciptakan
    ·         Hukum
    ·         Perekonomian
    ·         Pendidikan dan kebudayaan
    ·         Sosial dan budaya
    ·         Kependudukan
    ·         Hubungan internasional

    b.      Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
    Contoh :

    ·         Pemasok / supplier : Sebagai penunjang kelangsungan operasi perusahaan
    ·         Perantara : Misalnya distributor, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen
    ·        Teknologi : Sebagai yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode.
    ·         Pasar : Sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan

          2.      Lingkungan Internal 

           Lingkungan internal perusahaan adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contoh :

    ·     Tenaga kerja, peralatan dan mesin
    ·     Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
    ·     Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
    ·     Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan

    Faktor Lingkungan

    Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan perusahaan :

    1)       Lingkungan perekonomian yang erat berhubungan dengan pasar dimana diadakan penjualan dan
           pembelian barang dan jasa.

    2)       Lingkungan seperti politik, pemerintah, hukum, dan militer yang mengatur kegiatan perusahaan.

    3)       Keadaan sosial meliputi berbagai golongan penduduk dengan sikap kepercayaan, tingkah laku
                yang dicerminkan dalam lembaga sosial yang ada.

     Dari ketiga golongan di atas masih dapat diperinci lagi menjadi 8, antara lain :

    1)      Tanah dan alam sekitar, tanah dan sumber alam merupakan salah satu factor penting untuk
           kegiatan perusahaan.

    2)       Ilmu pengetahuan dan seni, ilmu pengetahuan menunjukkan metode, manajemen kepada
                pimpinan dalam mengelola perusahaan. Penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia perusahaan
           akan dapat membantu menggali ilmu pengetahuan lebih lanjut.

    3)    Pemerintah dan hukum, aspek positif dari pemerintah akan dibutuhkan oleh perusahaan ialah
                 perlindungan terhadap hak milik, pemeliharaan tata hukum, dan keamanan, serta penggunaan
           keuangan, tetapi pemerintah perlu mengadakan pembatasan dengan mengadakan pemungutan
           pajak dan tarif.

    4)    Uang, kredit, kapital. Uang kredit merupakan darah bagi kehidupan perusahaan. Apabila uang,
           kredit, dan kapital ini lambat akan menghambat jalannya perusahaan. Sebaliknya, jika jumlah
           yang terlampau banyak akan mengganggu perusahaan. Uang sebagai alat pembayaran,
           termasuk kredit didalamanya. Mengenai kapital perusahaan tidak akan dapat menjalankan
           fungsinya tanpa kapital, dana kapital ini dalam bentuk terkumpulnya uang atau kredit yang
           diinvestasikan dalam perusahaan.

    5)       Tersedianya tenaga kerja dalam perusahaan, pada umumnya bersatu dalam bentuk serikat kerja.
                 Berhasilnya perusahaan tergantung pada tingkat keterampilan, kesehatan, dan sikap dari
           tenaga kerja. Hal ini sangat tergantung pada sistem pendidikan, standar hidup, dan inisiatif dari
           masyarakat.

    6)       Sikap konsumen, usaha perusahaan untuk mengurangi resiko dalam memenuhi kebutuhan
                masyarakat dengan memperhatikan sikap konsumen dan publik.

    7)       Kepercayaan dan agama, mempengaruhi tingkah laku manusia serta etika masyarakat, hal ini
                mempengaruhi kebijaksanaan perusahaan yang diambil oleh manajer. Standar etika ini harus
           diikuti oleh perusahaan.

    8)       Hubungan internasional, hubungan ini meliputi penyediaan sumber ekonomi, bahan perdagangan
                dan politik mungkin tidak terbatas pada bahan dasar, tetapi juga berupa tenaga kerja terdidik
           yang didatangkan dari luar negeri.

    Pendekatan Dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan

    Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan pada mulanya telah dilakukan secara tradisional yaitu mereka yang beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya.

               Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan tersebut memang cocok dengan kondisi saat itu, dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai pasar penjual (Seller’s Market), yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.

               Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat di antara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut pasar pembeli (Buyer’s Market), yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan si penjual.

               Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “Pembeli adalah Raja”, siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan faktor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “Pendekatan yang berorientasi konsumen”.

    RIZKY HERMAWAN

    27215731

    1EB17

    Sumber :