Senin, 14 Desember 2015

BAB 9 MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN


BAB 9
MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN


Pendahuluan

Pengertian manajemen keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana tersebut serta pengelolaan dana terhadap aktiva.

Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana cara mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur dalam manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan tersebut.

Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya untuk menganalisis sumber dana dan penggunaannya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja untuk suatu perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan.

Berikut beberapa pengertian manajemen keuangan menurut para ahli di bawah ini :
  • Menurut Liefman, manajemen keuangan adalah usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
  • Menurut Suad Husnan, manajemen keuangan adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan pada suatu perusahaan.
  • Menurut James Van Horne, manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
  • Menurut Bambang Riyanto, manajemen keuangan adalah keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :

1.  Aktivitas Penggunaan Dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk :
     -  Financial Assets (Aktiva Finansial), yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito atau obligasi.
     -  Real Assets (Aktiva Riil), yaitu aktiva yang berwujud atau nyata, seperti: tanah, bangunan, peralatan.
2.    Aktivitas Perolehan Dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
3.   Aktivitas Pengelolaan Aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola secara efisien mungkin.

Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi utama manajemen keuangan adalah sebagai berikut :

  1. Perencanaan Keuangan (Planning), yaitu membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta meliputi perencanaan arus kas, rugi laba dan kegiatan-kegiatan lainnya untuk suatu periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan (Budgeting), yaitu untuk tindak lanjut dari perencanaan penerimaan dan pengalokasian anggaran biaya secara efisien dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan, yaitu dengan menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, yaitu untuk mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan, yaitu mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan (Controlling), yaitu untuk melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan (Auditing), yaitu melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi dan tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan Keuangan (Reporting), yaitu penyediaan laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan dan analisa rasio laporan keuangan sekaligus sebagai bahan evaluasi.
Bila dikaitkan dengan fungsi tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
Tujuan Manajemen Keuangan
           Tujuan manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan akan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.
Prinsip Manajemen Keuangan
          Manajemen keuangan bukan hanya membahas seputar pencatatan akuntansi. Manajemen keuangan merupakan bagian terpenting dari menajemen program dan tidak boleh di pandang sebagai suatu aktivitas mandiri yang menjadi pekerjaan orang keuangan (bendahara), tetapi merupakan tugas bersama.

Manajemen keuangan pada NGO lebih diibaratkan pada pemeliharaan suatu kendaraan, apabila manusia tidak memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service teratur maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik yaitu efektif dan efisien. Lebih parah lagi, kendaraan tersebut dapat merusak di tengah jalan dan pasti akan gagal dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam praktiknya, manajemen keuangan adalah tindakan yang di ambil dalam rangka menjaga kesehatan keuangan organisasi atau menjaga kestabilan keuangan perusahaan agar tetap berjalan dengan baik, sehingga tercapai tujuan perusahaan. Untuk itu, dalam membangun sistem manajemen keuangan yang baik perlu adanya identifikasi secara seksama mengenai prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik.

Ada 7 prinsip dari manajemen keuangan yang harus diperhatikan :
  1. Konsistensi (Consistency), sistem dan kebijakan dari organisasi (perusahaan) harus konsisten/stabil dari waktu ke waktu. Hal ini diartikan bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan perusahaan merupakan suatu tanda bahwa terdapat manipulasi/ketidaktransparanan dalam pengelolaan keuangan.
  2. Akuntabilitas (Accountabilily), akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat pada individu, kelompok atau organisasi. Untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan atau kewenangan yang diberikan kepada pihak ketiga yang telah digunakan. NGO mempunyai kewajiban secara operasional, moral dan hukum, untuk menjelaskan semua keputusan dan tindakan yang telah mereka ambil. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana NGO menggunakan sumber dayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.
  3. Transparansi (Transparency), organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan termasuk di dalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap dan tepat waktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.
  4. Kelangsungan Hidup (Viability), kelangsungan hidup termasuk prinsip manajemen keuangan perusahaan hal ini dimaksudkan agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan rencana stratejiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannnya.
  5. Integritas (Integrity), dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.
  6. Pengelolaan (Stewardship), organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara praktik, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui: berhati-hati dalam perencanaan strategik, identifikasi risiko-risiko keuangan dan membuat sistem pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.
  7. Standar Akuntansi (Accounting Standars), sistem akutansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akutansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi. 
Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari :
  1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
  2. Keputusan Investasi, meliputi kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap (fixed assets), seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga, misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  3. Keputusan Pengelolaan Asset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya 

Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan, analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana, alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.

Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.

Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi 6 jenis, yaitu :

  1. Rasio Likuiditas, rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
  2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
  3. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
  4. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
  5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya, pertumbuhan ekonomi dan industri.
  6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap karena rasio tersebut mencerminkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.
Pengertian Modal 

Istilah “modal” biasa diartikan bermacam-macam, istilah modal dalam pembelanjaan perusahaan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
  1. Modal Aktif, merupakan kekayaan atau penggunaan dana.
  2. Modal Pasif, merupakan sumber dana.

Peran dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan


Manajer Keuangan merupakan seseorang yang mempunyai hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan.

Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan Manajer Keuangan untuk beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana. Apabila suatu perusahaan dapat dikembangkan dengan baik oleh Manajer Keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. Seandainya secara lebih luas dana-dana dialokasikan secara tidak tepat, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lambat.  

Kedudukan Manajer Keuangan Dalam Struktur Organisasi Perusahaan

            Di dalam perusahaan yang besar bidang keuangan di pimpin oleh seorang manajer keuangan (chief financial manager). Manajer keuangan atau sering disebut direksi keuangan melaporkan secara langsung kepada direktur keuangan atau presiden direktur.
Sedangkan di dalam departemen keuangan dalam suatu perusahaan di
bagi lagi ke dalam beberapa bagian/divisi yang dipunyai oleh seseorang meliputi :
  1. Divisi anggaran, bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan memperbaiki bugdet operasi (operating bugdet).
  2. Divisi penganggaran modal (capital budgeting), yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan analisis pengeluaran modal.
  3. Divisi perencanaan keuangan, yang bertanggung jawab untuk mengambil alternatif pemenuhan kebutuhan dana jangka panjang.
  4. Divisi perencanaan keuangan jangka pendek, yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan dana jangka pendek, serta investasi jangka pendek pada surat berharga (marketable securities).
  5. Divisi kredit, bertanggung jawab untuk menentukan kredit yang akan diberikan kepada langganan, disamping itu divisi ini juga bertanggung jawab dalam negoisasi dengan kreditor (lembaga keuangan Bank dan bukan Bank).
  6. Divisi hubungaan masyarakat (human relation), bertanggung jawab terhadap pembentukan image/komunikasi antara perusahaan, pemegang saham, para investor dan masyarakat keuangan secara umum.
            Perusahaan yang baik bukan hanya dapat mengelola manajemen keuangannya dengan baik, namun kepentingan pegawainya dan hak-hak karyawan juga harus di kelola dengan baik. Suatu manajemen yang efisien mampu memprioritaskan segala sesuatu hal yang menyangkut segala sumber daya produksi. 

Segala hak-hak karyawan perusahaan harus dapat diakomidir oleh manajemen perusahaan baik saat keadaan keuangan perusahaan baik maupun saat keuangan perusahaan mengalami kemunduran. Karena karyawan merupakan aset penting yang dimiliki perusahaan. Sekalipun tidak mempunyai pengaruh besar dalam proses pengambilan keputusan, tetapi karyawan adalah aset yang terpenting suksesnya sebuah perusahaan dalam hal memproduksi barang atau jasa. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengetahui dan memahami benar apa yang menjadi hak-hak karyawan.

Jika dilihat dari hak-hak karyawan manajemen keuangan haruslah tepat waktu dalam membayarkan upah karyawan agar tidak terjadi komplen atau bahkan demo. Selain itu perusahaan juga harus bisa menyediakan kas bon untuk karyawan yang sedang membutuhkan uang jika gajinya belum bisa turun, manajemen keuangan juga harus bisa membuat anggaran untuk melindungi karyawannya dengan cara mengeluarkan biaya untuk asuransi kesehatan serta keselamatan kerja. Bukan cuma itu saja, manajemen keuangan harus juga membuat anggaran pesangon atau pensiunan untuk karyawan yang sudah tidak bekerja di perusahaan.

Manajemen keuangan harus bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan agar bisa menentukan langkah pergerakan perusahaan ke depannya bagaimana, bisa memberikan hak-hak karyawan dengan baik dan tidak merugikan karyawan. Jika manajemen keuangan bisa terstruktur dengan baik, maka itulah yang disebut dengan manajemen perusahaan yang sehat/baik.

Manajemen keuangan merupakan segala aktifitas perusahan yang berhubungan
dengan bagaimana memperoleh dana dan mengelola aset sesuai dengan perusahaan
secara menyeluruh,
dengan kata lain manajemen keuangan merupakan manajemen
pengelolaan mengenai bagaimana memperoleh aset untuk mengelola dan mencapai
tujuan perusahaan.

Untuk itu, dibutuhkan beberapa standar dalam berkaitan mengukur efisiensi keputusan perusahaan. Manajemen keuangan tidak hanya diduduki dan diatur oleh seorang manajer keuangan yang mengelola dana dan aset perusahan untuk mengembangkan perusahaan, tapi manajer lain juga bisa asal manajer tersebut mampu menjalankan tugas manajer keuangan dengan baik dan benar.

RIZKY HERMAWAN

27215731

1EB17

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar