BAB 5
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Pengertian Manajemen
Begitu luasnya pengertian manajemen sehingga tidak ada definisi yang
secara konsisten digunakan oleh semua orang. Dalam hal ini beberapa pengertian
manajemen secara umum menurut para ahli di bawah ini :
- James AF Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
- Karthryn M. Bartol dan David C. Marten, manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling).
- Chuck Williams (2001), manajemen adalah menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Jadi seorang manajer bukanlah mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Dia bekerja melalui orang-orang yang memiliki kemampuan-kemampuan teknis di lapangan, tanpa mengerjakan teknisnya (walaupun bukan berarti seorang manajer tidak memiliki kemampuan teknis).
- Murti Sumarni-John Soeprihanto (1995), manajemen merupakan suatu proses yang terdiri atas kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan pencapaian sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain. Pemanfaatan sumber daya lain dalam perusahaan meliputi sumber daya bahan baku produksi, sumber keuangan, mesin-mesin, dan cara yang digunakan dalam pemanfaatan yang efektif dan efisien.
Fungsi
Manajemen
Ada empat
fungsi manajemen sebagai tugas utama yang harus dilaksanakan seorang manajer
dalam mengelola organisasi untuk mencapai tujuan atau yang dikenal sebagai
proses manajemen adalah sebagai berikut :
1)
Perencanaan (Planning)
Proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah-langkah
yang harus diambil untuk mencapainya, meliputi penetapan sasaran, merumuskan
tujuan, menetapkan strategi, membuat strategi, dan mengembangkan rencana untuk
mengkoordinasikan kegiatan.
2)
Pengorganisasian (Organizing)
Proses pemberian tugas, pengalokasian sumber daya serta pengaturan
kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan
rencana yang telah dibuat, meliputi penetapan dimana keputusan akan dibuat,
siapa yang akan melaksanakan tugas dan pekerjaan, serta siapa yang akan bekerja
untuk siapa.
3)
Memimpin (Leading)
Proses menumbuhkan semangat pada karyawan agar bekerja dengan baik dan
membimbing mereka untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai rencana dalam rangka
mencapai tujuan, memberi inspirasi dan motivasi kepada karyawan untuk berusaha
keras mencapai sasaran organisasi.
4)
Pengendalian (Controlling)
Proses mengukur kinerja, membandingkan antara hasil sesungguhnya dengan
rencana yang telah dibuat serta mengambil tindakan koreksi yan diperlukan.
Belakangan
ini para manajer mengubah cara mereka dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen.
Perubahan ini diwujudkan dalam perbedaan antara manajemen “lama” dan manajemen
“baru”. Manajer gaya lama menganggap diri mereka sebagai bos, sedangkan manajer
gaya baru menganggap diri mereka sebagai pemimpin kelompok atau konsultan
internal. Beberapa perbedaan lainnya adalah manajer gaya lama mengambil keputusannya
sendiri, dan manajer gaya baru mendengarkan masukan dari orang lain dalam
pengambilan keputusan. Akibatnya manajer gaya lama bekerja lebih lama sedangkan
manajer gaya baru bekerja lebih mengutamakan hasil.
Perubahan-perubahan
dalam manajemen tersebut tidak membuat fungsi manajemen klasik menjadi kuno,
sehingga fungsi manajemen gabungan antara manajemen gaya baru dan gaya lama
adalah sebagai berikut:
- Membuat sesuatu terjadi (making things happen)
- Menghadapi persaingan (meeting the competition)
- Mengorganisir orang, proyek dan proses (organizing people, project & process)
- Memimpin (leading)
Fungsi-fungsi
tersebut tidak menggantikan fungsi yang lama, tetapi dibangun di atasnya.
Pertama, ‘membuat sesuatu terjadi’ merupakan gabungan dari fungsi merencanakan
dan mengendalikan. Untuk ‘membuat sesuatu terjadi’ kita harus merencanakan
bagaimana mencapai sasaran yang kita inginkan, mengelola informasi, dan
mengendalikan kinerja serta melakukan tindakan koreksi jika terjadi
penyimpangan.
Kedua,
‘menghadapi persaingan’ mencerminkan pentingnya adaptasi dan pembaharuan agar
tetap bersaing di tengah pasar global yang terus berkembang seperti saat ini.
Ketiga, ‘mengorganisir orang, proyek dan proses’ maka perubahan yang berskala
besar tidak akan berhasil (tidak dapat membuat sesuatu terjadi).
Terakhir,
‘memimpin’ dengan memperhatikan kesejahteraan karyawannya, merayakan
keberhasilan sebuah kontrak baru bersama karyawan, dan sangat memperhatikan
keinginan dan aspirasi karyawan merupakan suatu gaya memimpin yang menyenangkan
hati karyawan. Pada akhirnya karyawan termotivasi dan membuat suatu
produktivitas yang tinggi sebagai bukti kesetiaan dan dukungannya.
Pengertian
Manajer
Manajer
adalah orang yang bertanggung jawab atas hasil kerja orang-orang yang ada di
dalam organisasi. Manajer sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin dan
pengendali pelaksanaan aktivitas sehari-hari organisasi.
Stoner, menyatakan bahwa manajer adalah :
1.
Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
2.
Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.
3.
Manajer menyelaraskan tujuan yang saling bertentangan dan menentukan
prioritas.
4.
Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.
5.
Manajer adalah sebagai mediator, politikus, diplomat dan symbol.
6.
Manajer harus mampu mengambil keputusan yang sulit.
Pengamatan
menunjukkan bahwa manajer yang melaksanakan fungsi manajemen dengan baik adalah
manajer yang lebih berhasil. Makin banyak waktu yang digunakan oleh seorang
manajer untuk merencanakan, semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan
mereka, karena fungsi perencanaan memegang peranan penting dalam keseluruhan
fungsi manajemen.
Tingkatan
dan Tipe-Tipe Manajer
Jenis
manajer dalam organisasi dapat diklasifikasikan berdasarkan dua bentuk, yang
pertama manajer berdasarkan tingkatan manajemen dalam organisasi dan kedua
manajer berdasarkan lingkup kegiatan organisasi yang berada di bawah
tanggungjawabnya.
Berdasarkan tingkatan manajemen
organisasi, manajer terdiri dari :
- Manajer Puncak (Top Manager) adalah seseorang pemikir strategis yang berorientasi ke depan yang membuat banyak keputusan dalam kondisi yang tidak pasti dan penuh persaingan. Manajer puncak (chief executive officer, chief operational officer, direktur utama, presiden direktur, vice-president, president) terdiri dari kelompok yang relatif kecil, bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Menetapkan kebijakan operasional dan membimbing proses interaksi dengan lingkungan organisasi. Top manager bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi penting untuk perubahan, membantu karyawan untuk bertanggung jawab kepada perusahaan, bertanggung jawab untuk menciptakan budaya posistif organisasi melalui bahasa dan tindakan serta bertanggung jawab dalam mengamati lingkungan usahanya.
- Manajer Menengah (Middle Manager) adalah seseorang yang mampu mengembangkan dan menerapkan rencana kerja sesuai dengan tujuan dari tingkatan yang lebih tinggi, berorientasi pada kelompok dan bekerja sama serta mengkoordinasi kegiatan antar unit dalam organisasi serta mampu menerapkan perubahan atau strategi yang diciptakan oleh manajer puncak. Manajer menengah (kepala, manajer divisi, manajer cabang, manajer pabrik, dekan).
- Manajer Bawah (Lower Manager) adalah seseorang yang mampu mengelola kinerja satu unit kerja yang dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dalam jangka pendek sesuai dengan rencana middle dan top manager. Manajer bawah (supervisor atau pemimpin kelompok).
- Pemimpin Kelompok (Group Leader) adalah jenis pekerjaan manajemen yang relatif baru yang dikembangkan semenjak perusahaan beralih kepada kelompok yang mandiri. Pemimpin kelompok mengarahkan pekerjaan perorangan dan membantu aktivitas kelompok ke arah pencapaian sasaran. Pemimpin kelompok juga membantu kinerja kelompok, mengelola hubungan luar dan hubungan dalam kelompok.
Berdasarkan
kegiatan organisasi yang berada di bawah tanggung jawabnya, manajer terdiri
dari manajer fungsional dan manajer umum. Manajer Fungsional yaitu manajer yang bertanggung jawab
atas satu bidang kegiatan tertentu seperti keuangan, pemasaran, produksi,
personalia, akuntansi atau penjualan. Sedangkan Manajer Umum membawahi
semua kegiatan suatu unit seperti sebuah cabang, perusahaan terpisah atau
bagian operasional terpisah yang memiliki bagian produksi, pemasaran,dan
keuangan sendiri.
ORGANISASI
Organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan beberapa orang yang bekerja
bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dalam bentuk apapun akan
selalu ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Organisasi merupakan unsur yang
dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan beberapa alasan, seperti
organisasi digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita
lakukan sendiri, dengan bekerja sama dapat menyelesaikan tugas-tugas secara
cepat dan tepat. Organisasi dapat menyediakan pengetahuan yang berkesinambungan
serta dapat menjadi sumber karier yang penting.
Berikut
beberapa pengertian organisasi menurut para ahli di bawah ini :
- Stoner, mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui orang-orang di bawah pengarahan atasan mengajar tujuan bersama.
- James D. Mooney, mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Chester I. Bernard, berpendapat bahwa organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
- Stephen P. Robbins, menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau tujuan sekelompok.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek
seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama
dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut
terhadap masyarakat. Organisasi yang di anggap baik adalah organisasi
yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan
kontribusi seperti pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai
anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi harus mempunyai suatu
keterkaitan secara terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti
keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi
perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka
menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif
teratur.
Selayaknya sebuah organisasi seharusnya menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat, sehingga organisasi mampu
mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Secara umum organisasi dibedakan atas
dua bentuk, pertama organisasi dengan orientasi laba seperti perusahaan yang
menyediakan produk barang atau jasa (baik perusahaan besar maupun kecil)
kemudian organisasi nirlaba atau yang tidak berorientasi laba seperti yayasan,
museum, rumah sakit milik pemerintah, sekolah dll.
Apapun bentuk organisasi itu diperlukan usaha-usaha untuk mengelola
kegiatan maupun unsur lainnya yang ada di dalam organisasi agar tercapai tujuan
dengan lebih baik. Semua bentuk organisasi dimana orang-orang bekerja sama
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pasti membutuhkan manajemen.
Manajemen diperlukan organisasi agar usaha pencapaian tujuan menjadi lebih
mudah.
Secara
spesifik ada tiga alasan utama yang dibutuhkan manajemen dalam organisasi,
yaitu :
- Manajemen menyeimbangkan tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan di antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi seperti pemilik, karyawan, konsumen, pemasok dan lain-lain.
- Mencapai efisiensi dan efektifitas, merupakan ukuran prestasi organisasi.
- Mencapai tujuan, manajemen mempermudah pencapaian tujuan organisasi dan pribadi.
Menurut Peter Drucker,
efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing thing right)
dan efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right thing).
Efisiensi merupakan kemampuan untuk
melakukan pekerjaan dengan benar, menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, pemborosan
yang minimum dengan mengukur biaya dari sumber daya yang diperlukan dalam
rangka mencapai suatu tujuan. Sedangkan efektivitas
merupakan kemampuan memilih alat yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan untuk membantu pencapaian sasaran organisasi yang seharusnya
dilakukan dalam pencapaian suatu tugas atau tujuan.
Peranan Manajer Dalam Organisasi
Dalam melaksanakan tugas sehari-hari
seorang manajer memegang beberapa peranan untuk mencapai tujuan organisasi.
Tiga peranan utama manajer menyangkut sebagai berikut :
1)
Peran Interpersonal,
yaitu peranan seorang manajer dalam berinteraksi dengan berbagai pihak yang
akan membantu berhasilnya pelaksanaan tugas, baik pihak dalam perusahaan maupun
pihak luar perusahaan.
a.
Peranan Figure Bapak (Figurehead)
Simbol pemimpin perusahaan, diperlukan untuk menjalankan sejumlah
kewajiban rutin yang bersifat legal dan sosial. Contoh : memberi ucapan selamat
datang kepada para pengunjung, penandatanganan surat resmi, dst.
b.
Peranan Pimpinan (Leader)
Bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan bawahan, mengisi
posisi kosong (staffing), melatih, dan tugas-tugas terkait. Contoh :
melakukan hampir seluruh kegiatan yang melibatkan bawahan.
c.
Peranan Penghubung (Liaison)
Memelihara suatu jaringan kontak luar yang mendukung dan juga penghubung
pihak dalam. Contoh : membalas surat-surat, melakukan kerja dewan urusan luar
yang melibatkan pihak-pihak luar.
2)
Peran Informasional,
yaitu peranan seorang manajer dalam pemberian, penerimaan dan penganalisaan
informasi, penyebar informasi dan juru bicara.
a.
Memantau (Monitor)
Manajer selalu aktif mencari informasi yang dapat bermanfaat untuk
organisasi. Contoh : membaca terbitan-terbitan periodik dan laporan-laporan,
memelihara kontak pribadi.
b.
Penyebar (Disseminator)
Manajer mendistribusikan informasi yang diperolehnya kepada pihak lain,
khususnya kepada bawahannya agar bawahan mampu mengerjakan tugasnya dengan
baik. Contoh : mengadakan pertemuan-pertemuan untuk maksud informasi, menelpon
untuk meneruskan informasi.
c.
Jurubicara (Spokesman)
Manajer sebagai wakil organisasi dalam menyampaikan informasi ke pihak
luar. Contoh : menyelenggarakan rapat dewan, memberikan informasi ke media.
3)
Peran Pengambil Keputusan,
yaitu peranan seorang manajer dalam memanfaatkan informasi untuk membuat
keputusan dalam memecahkan masalah atau melihat kesempatan yang ada.
a.
Kewirausahaan (Entrepreunership)
Manajer mengambil keputusan-keputusan penting seperti peluncuran produk
baru, penggabungan usaha. Contoh : rapat strategis dan tinjauan ulang yang
melibatkan prakarsa atau rancangan proyek perbaikan.
b.
Pengendali Gangguan (Disturbance
Handler)
Manajer diharapkan bisa menyelesaikan gangguan-gangguan yang mungkin
muncul. Contoh : mengorganisasikan strategi dan sesi kaji ulang yang melibatkan
gangguan dan kritis.
c.
Pengalokasi Sumber Daya (Resource
Allocator)
Manajer harus mengalokasikan sumber daya yang terbatas agar tujuan
organisasi dapat dicapai dengan efisien. Contoh : penjadwalan, permintaan
otoritas, menyelenggarakan kegiatan apapun yang melibatkan anggaran dan program
kerja bawahan.
d.
Perunding (Negotiator)
Manajer melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang berkaitan. Contoh : berperan
serta dalam perundingan kontrak serikat pekerja.
Keterampilan
Manajerial
Keterampilan
(skill) merupakan
kemampuan untuk menterjemahkan pengetahuan ke dalam praktek sehingga tercapai
hasil kerja yang diinginkan. Berbagai fungsi dan kegiatan manajerial yang
diperlukan dalam mengelola organisasi membutuhkan banyak keterampilan.
Keterampilan yang paling penting adalah keterampilan yang memungkinkan manajer
bisa membantu orang lain menjadi lebih produktif di tempat kerja. Robert L.
Katz menggolongkan keterampilan manajer menjadi tiga kategori yaitu :
1)
Keterampilan Kemanusiaan (Human Skill)
Keterampilan kemanusiaan atau yang lebih terkenal dengan keterampilan
berkomunikasi antar manusia (interpersonal
skills) adalah keterampilan yang sering kali diabaikan oleh para
manajer, terutama bagi para manajer yang baru naik jenjangnya dalam organisasi.
Keterampilan kemanusiaan ini sangat diperlukan untuk menjaga hubungan baik
dengan atasan langsung maupun dengan bawahan. Dengan komunikasi yang persuasive
akan membuat bawahan merasa dihargai dan mereka akan bekerja lebih baik dan
bersikap lebih terbuka kepada atasannya. Keterampilan berkomunikasi ini
diperlukan baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
2)
Keterampilan Teknis (Technical Skills)
Keterampilan ini merupakan bekal bagi para manajer pada tingkat yang
lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan
suatu pekerjaan tertentu misalnya memperbaiki mesin, membuat kursi, membuat
jadwal kerja dan keterampilan teknis lainnya.
3)
Keterampilan Konseptual (Conceptual
Skill)
Kemampuan untuk merinci permasalahan menjadi beberapa bagian yang lebih
spesifik sehingga dapat dilihat dari kaitan antara masing-masing bagian
tersebut, serta mengetahui dampak dari setiap permasalahan bagi orang lain.
4)
Keterampilan Motivasi (Motivation Skill)
Kemampuan untuk memberikan dorongan kepada orang lain agar mereka dapat
melakukan sesuatu sesuai dengan yang diperintahkan tanpa mereka rasakan secara
langsung, karena telah diberikan suatu motivasi atau dorongan berupa
rangsangan-rangsangan untuk menggairahkan dan menyemangati melakukan pekerjaan.
5)
Keterampilan Teknologi Informasi
Keterampilan yang dalam hal ini penguasaan mengolah informasi melalui
teknologi seperti keterampilan mengoperasikan komputer.
Kecakapan manajerial adalah suatu keterampilan
atau karakteristik personal yang membantu tercapainya kinerja yang tinggi dalam
tugas manajemen. Beberapa kompetensi personal yang diperlukan bagi keberhasilan
manajerial sebagai berikut :
1.
Leadership,
kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar melaksanakan suatu tugas dengan
baik.
2.
Self
objectivity, kemampuan untuk menilai diri sendiri secara realistis.
3.
Analiytic thinking,
kemampuan untuk menginterpretasikan dan menyampaikan segala macam bentuk
informasi.
4.
Behavioral
flexibility, menyesuaikan perilaku dalam mencapai tujuan.
5.
Oral communication,
kemampuan mengemukakan pendapat secara jelas dalam berbicara.
6.
Written communication, kemampuan mengungkapkan pendapat dengan baik secara tertulis.
7.
Personal impact, menumbuhkan kesan baik dan kepercayaan bagi orang lain.
8.
Resistances
to stress, kemampuan untuk dapat bekerja dalam keadaan tertekan.
9.
Tolerance
for uncertainty, kemampuan untuk bekerja dalam situasi yang tidak menentu.
Hubungan Manajemen dan Organisasi
Manajemen dan
Organisasi memiliki hubungan yang sangat erat, untuk mencapai suatu tujuan maka
dibutuhkan kerja tim atau berorganisasi, ibaratkan di suatu perusahaan seorang
manajer membagikan tugas kepada anggota timnya yang terdiri dari 10 orang. 2
orang pertama mempunyai tugas menulis, 2 orang berikutnya mempunyai tugas
mengedit, 2 orang selanjutnya mempunyai tugas memposting dan begitu
selanjutnya, hingga menjadikan kerjasama tim yang solid antara manajer dan
organisasi.
Karena pada proses
kegiatan tersebut sudah ada organisasi sebagai wadah atau tempat berkumpulnya,
jadi kerjasama untuk penyelesaian kegiatan tersebut lebih efektif. Sehingga
secara langsung antara manajemen dan organisasi terjadi hubungan timbal balik
yang baik karena keduanya saling memerlukan, dengan adanya keduanya sehingga
kerjasama yang dibangun lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.
RIZKY HERMAWAN
27215731
1EB17
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar