Rabu, 14 Oktober 2015

BAB 2 PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN


BAB 2
PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Pengertian Perusahaan

          Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat atau suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang bertujuan untuk mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan masyarakat dengan cara yang menguntungkan.

Berikut beberapa pengertian perusahaan secara umum menurut para ahli di bawah ini :
  • Menurut pendapat Kansil (2001 : 2) Definisi atau pengertian perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.
  • Menurut pendapat Swastha dan Sukotjo (2002 : 12) Definisi atau pengertian perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
  • Definisi perusahaan dalam Pasal 1 huruf (b) UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, adalah sebagai berikut : Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba (Kansil, 2001). 

Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan

          Salah satu penentu efisiensi kerja suatu perusahaan adalah dengan menentukan tempat kedudukan dan letak perusahaan itu sendiri. Yang di maksud dengan letak dan tempat kedudukan adalah perusahaan kantor pusat perusaahan tersebut.

         Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan perusahaan dengan lembaga-lembaga lain seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan maupun dengan pelanggan.

          Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau produksi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya. Dalam penentuan letak perusahaan, hal yang lebih diperhatikan adalah efisiensi biaya seperti harga bahan mentah, tingkat upah buruh, tanah, pajak, biaya alat produksi tahan lama, biaya atas jasa pihak ketiga, dll.

          Pemilihan tempat dan letak perusahaan adalah faktor penting untuk menjamin tercapainya tujuan perusahaan, efisiensi perusahaan, daerah pemasaran produk.

Jenis-jenis letak perusahaan dibedakan menjadi 4, antara lain :

a)      Terkait pada alam

 Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, jadi tidak dapat ditentukan oleh manusia.
Contoh : Usaha pertanian, perusahaan pertambangan emas, minyak bumi, dll

b)     Berdasarkan sejarah

 Letak perusahaan ini hanya dapat menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Kerajinan batik di daerah Surakarta dan Yogyakarta. Hal ini disebabkan karena pengrajin seni membatik ini di mulai dari para wanita dalam kraton.

c)      Ditetapkan oleh pemerintah

 Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan menjalankan aktivitasnya. Hal ini agar masyarakat disekitar lokasi tersebut tidak merasa terganggu. Perusahaan didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin

d)     Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi 

 Pada umunya jenis perusahaan bersifat industri. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan : 
      • Dekat dengan bahan baku, pasar 
      • Dekat dengan pemasok tenaga kerja, tenaga air 
      • Dekat dengan transportasi umum 
      • Kesesuaian iklim 
      • Besarnya modal

Perusahaan dan Lembaga Sosial

          Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, bukan hanya untuk mencapai keuntungan maximal tetapi juga mempunyai tujuan membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.

          Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.

          Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.

          Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Meskipun demikian memperoleh laba bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Masih ada tujuan lain seperti memberikan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, prestise, pertimbangan politik, upaya pengabdian kepada masyarakat dan sebagainya.

          Dengan demikian, yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup, dan tanggung jawab sosial. Lembaga sosial lebih menekankan prioritasnya pada tanggung jawab sosial. Sebaliknya, perusahaan berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Tujuan Pendirian Perusahaan

Tujuan didirikannya perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Tujuan ekonomis  :   Upaya perusahaan untukmempertahankan eksistensinya. 
                      Contoh     :   Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, 
                                               kualitas, harga dan kuantitas
  • Tujuan sosial        :   Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia,
                                               faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
          Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.

Perusahaan Sebagai Suatu Sistem

          Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah sebagai suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, maupun tanggung jawab sosial.

          Menurut Brad Sugars “as a commercial, profitable enterprise that works without you”. Artinya sebuah bisnis akan bisa berjalan tanpa kita harus hadir, jika kita sebagai owner telah berhasil membangun sistem. Menurut Bard Sugars ada 4 kunci area yang harus dibuat sistemnya, yaitu :

      1.      People & Education (SDM & Pendidikan)

Di area ini terdapat beberapa sistem yang disarankan, yaitu :
-    Membangun Training System (Sistem Pelatihan)
-    Kontrak kerja dengan setiap pegawai
-    Membuat aturan perusahaan
-    Membangun sistem penghargaan & kompensasi (Recognition & Remuneration)

      2.      Delivery & Distribution (Pengiriman & Distribusi)

Di area ini, ada beberapa sistem yang perlu dipertimbangkan :
-    Merubah kemasan produk untuk keamanan pengiriman
-    Melakukan stock opname secara regular
-    Mengukur biaya-biaya pengiriman (Delivery) untuk produk atau jasa
-    Mengukur kualitas & profesionalisme dalam jasa pengiriman

      3.      Testing & Measuring

       Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan untuk testing and measuring. Langkah awalnya ialah dengan memonitor yang sedang dilakukan saat ini, kemudian pangkas, modifikasi, dan tingkatkan apa yang sedang dilakukan, tergantung hasil yang didapatkan. Atas hasil tersebut, uji & ukur hasilnya selama dua minggu, dan cek bagaimana hasil yang didapatkan, lalu jika perlu maka konsolidasikan hasilnya ke orang lain. Sebagai langkah akhir maka implementasikan strategi lain atau coba sesuatu yang baru untuk meningkatkan hasilnya, apakah telah sesuai dengan tujuan awal. Berikut beberapa hal yang disarankan untuk testing dan measuring :
-    Menyusun anggaran tahunan dan bulanan secara lengkap
-    Sistem pembelian secara lengkap untuk semua pembelian internal
-    Analisis profit dalam setiap kampanye marketing secara lengkap
-    Sistem kas kecil (petty cash) yang lengkap
-    Memelihara pencatatan margin profit

      4.      Systems & Technology

       Hal yang perlu memastikan bahwa semua sistem yang dibangun berjalan baik. Area ini adalah semua tentang sistem dan teknologi yang secara ideal dibuat tersistematisasi. Berikut beberapa hal cepat & mudah yang disarankan :
-    Jadwal pemeliharaan regular semua peralatan secara langkap
-    Gunakan sistem komputer (software) untuk memantau hutang dan tagihan
-    Dokumentasikan & gambarkan semua tugas (jobdesc) dalam Manual Operasi
-    Jalankan sistem kontrol persediaan secara terkomputerisasi
-    Sistem yang lengkap tentang pelatihan
-    Gunakan program computer (software) yang terbaru
-    Meningkatkan sistem telepon/fax secara sempurna

Langkah Membangun Sistem Perusahaan

          Dalam bukunya “Instant Systems”, Brad Sugars menjelaskan 9 langkah yang diperlukan untuk membangun sistem perusahaan, antara lain :

Langkah 1 : Visi 
Tetapkan visi perusahaan Anda. Visi adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh bisnis Anda. Ibarat gunung, visi adalah puncak gunungnya.

Langkah 2 : Pernyataan Misi 
Pernyataan misi adalah bagaimana bisnis Anda akan mencapai visi. Lebih detail daripada visi. Ibarat gunung, misi adalah jalan menuju puncak gunung.

Langkah 3 : Pernyataan Budaya (Culture) 
Secara umum, setidaknya Anda dapat memasukkan 12 point berikut :
-   4 nilai terpenting sebagai pemimpin perusahaan
-   4 nilai terpenting dari tim Anda
-   4 nilai terpenting dari customer Anda

Langkah 4 : Tujuan 
Penetapan tujuan akan membantu Anda untuk mencapai visi. Sebab tujuan harus dibuat dalam kerangka waktu.

Langkah 5 : Struktur Organisasi 
Anda perlu mempertimbangkan posisi-posisi apa saja yang ada ketika bisnis Anda sudah selesai (saat berjalan tanpa kehadiran Anda). Anda perlu merencanakan itu semua di depan.

Langkah 6 : Kontrak Posisi 
Sangat penting mengatakan kepada SDM Anda, apa yang mereka harus dilakukan. Sampaikan dengan jelas. Memiliki kontrak posisi (kontrak kerja) akan menyelamatkan Anda dari perselisihan yang dapat melibatkan emosi & kesalahpahaman.

Langkah 7 : Indikator Kinerja (Key Performance Indicators) 
Anda harus memiliki Key Performance Indicators (Indikator Kinerja) untuk setiap posisi. Secara umum, setiap posisi sebaiknya memiliki tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 10 KPI.

Langkah 8 : Manual How-to 
Manual How-to tidak harus selalu dalam bentuk tertulis, tapi juga bisa dalam bentuk video atau audio atau apapun selama bisa mencapai tujuan.

Langkah 9 : Milestone 
Banyak tahap-tahap yang harus dilalui oleh sebuah bisnis dari masa pertumbuhan mencapai tahapan maturity. Ada banyak peristiwa yang bisa dijadikan milestone (tonggak bersejarah) selama perjalanan bisnis itu. Gunakan milestone tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem.

Fungsi Perusahaan

          Dalam mencapai tujuan suatu perusahaan, ada dua fungsi perusahaan yang apabila dijalankan perusahaan dapat menjalankan operasinya dengan terkoodinir, terintegrasi, baik dan lancar, perusahaan dapat mencapai tujuannya, yaitu :

  • Fungsi Operasi 
Pembelian bahan baku, produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasi, komunikasi, pelayanan umum dan fungsi operasi penunjang.
  • Fungsi Manajemen 
Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian

Ciri-Ciri Perusahaan

         Setiap perusahaan memiliki ciri-ciri yang menunjukkan atau mencerminkan kekhasan perusahaan tersebut yang membuat perusahaan yang bersangkutan mudah dikendali. Ciri umumnya adalah :
  • Operatif 
Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia ataupun pendistribusian.
    • Koordinatif
    Koordinasi diperlukan karena suatu perusahaan dijalankan oleh lebih dari satu individu. Maka dibutuhkan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan secara optimal.
    • Regular
    Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
    • Dinamis
    Karena lingkungan selalu berubah (dinamis), perusahaan harus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan agar tetap bertahan.
    • Formal
    Perusahaan selaku pelaku kegiatan ekonomi harus tunduk dan patuh kepada peraturan yang berlaku di pemerintah setelah memenuhi persyaratan pendirian.
    • Lokasi
    Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.


    LINGKUNGAN PERUSAHAAN

              Lingkungan perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :

          1.      Lingkungan Eksternal 

           Lingkungan eksternal perusahaan tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan maupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Lingkungan eksternal perusahaan dibedakan menjadi 2, antara lain :

              a.      Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal  yang tidak berpengaruh langsung
          terhadap kegiatan usaha.
    Contoh :

    ·         Keadaan alam : SDA, lingkungan
    ·         Politik dan hankam : Kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan berada menciptakan
    ·         Hukum
    ·         Perekonomian
    ·         Pendidikan dan kebudayaan
    ·         Sosial dan budaya
    ·         Kependudukan
    ·         Hubungan internasional

    b.      Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
    Contoh :

    ·         Pemasok / supplier : Sebagai penunjang kelangsungan operasi perusahaan
    ·         Perantara : Misalnya distributor, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen
    ·        Teknologi : Sebagai yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode.
    ·         Pasar : Sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan

          2.      Lingkungan Internal 

           Lingkungan internal perusahaan adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contoh :

    ·     Tenaga kerja, peralatan dan mesin
    ·     Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
    ·     Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
    ·     Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan

    Faktor Lingkungan

    Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan perusahaan :

    1)       Lingkungan perekonomian yang erat berhubungan dengan pasar dimana diadakan penjualan dan
           pembelian barang dan jasa.

    2)       Lingkungan seperti politik, pemerintah, hukum, dan militer yang mengatur kegiatan perusahaan.

    3)       Keadaan sosial meliputi berbagai golongan penduduk dengan sikap kepercayaan, tingkah laku
                yang dicerminkan dalam lembaga sosial yang ada.

     Dari ketiga golongan di atas masih dapat diperinci lagi menjadi 8, antara lain :

    1)      Tanah dan alam sekitar, tanah dan sumber alam merupakan salah satu factor penting untuk
           kegiatan perusahaan.

    2)       Ilmu pengetahuan dan seni, ilmu pengetahuan menunjukkan metode, manajemen kepada
                pimpinan dalam mengelola perusahaan. Penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia perusahaan
           akan dapat membantu menggali ilmu pengetahuan lebih lanjut.

    3)    Pemerintah dan hukum, aspek positif dari pemerintah akan dibutuhkan oleh perusahaan ialah
                 perlindungan terhadap hak milik, pemeliharaan tata hukum, dan keamanan, serta penggunaan
           keuangan, tetapi pemerintah perlu mengadakan pembatasan dengan mengadakan pemungutan
           pajak dan tarif.

    4)    Uang, kredit, kapital. Uang kredit merupakan darah bagi kehidupan perusahaan. Apabila uang,
           kredit, dan kapital ini lambat akan menghambat jalannya perusahaan. Sebaliknya, jika jumlah
           yang terlampau banyak akan mengganggu perusahaan. Uang sebagai alat pembayaran,
           termasuk kredit didalamanya. Mengenai kapital perusahaan tidak akan dapat menjalankan
           fungsinya tanpa kapital, dana kapital ini dalam bentuk terkumpulnya uang atau kredit yang
           diinvestasikan dalam perusahaan.

    5)       Tersedianya tenaga kerja dalam perusahaan, pada umumnya bersatu dalam bentuk serikat kerja.
                 Berhasilnya perusahaan tergantung pada tingkat keterampilan, kesehatan, dan sikap dari
           tenaga kerja. Hal ini sangat tergantung pada sistem pendidikan, standar hidup, dan inisiatif dari
           masyarakat.

    6)       Sikap konsumen, usaha perusahaan untuk mengurangi resiko dalam memenuhi kebutuhan
                masyarakat dengan memperhatikan sikap konsumen dan publik.

    7)       Kepercayaan dan agama, mempengaruhi tingkah laku manusia serta etika masyarakat, hal ini
                mempengaruhi kebijaksanaan perusahaan yang diambil oleh manajer. Standar etika ini harus
           diikuti oleh perusahaan.

    8)       Hubungan internasional, hubungan ini meliputi penyediaan sumber ekonomi, bahan perdagangan
                dan politik mungkin tidak terbatas pada bahan dasar, tetapi juga berupa tenaga kerja terdidik
           yang didatangkan dari luar negeri.

    Pendekatan Dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan

    Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan pada mulanya telah dilakukan secara tradisional yaitu mereka yang beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya.

               Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan tersebut memang cocok dengan kondisi saat itu, dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai pasar penjual (Seller’s Market), yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.

               Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat di antara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut pasar pembeli (Buyer’s Market), yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan si penjual.

               Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “Pembeli adalah Raja”, siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan faktor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “Pendekatan yang berorientasi konsumen”.

    RIZKY HERMAWAN

    27215731

    1EB17

    Sumber :

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar