BAB 2
PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Pengertian
Perusahaan
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat atau suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang bertujuan untuk mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan masyarakat dengan cara yang menguntungkan.
Berikut
beberapa pengertian perusahaan secara umum menurut para ahli di bawah ini :
- Menurut pendapat Kansil (2001 : 2) Definisi atau pengertian perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.
- Menurut pendapat Swastha dan Sukotjo (2002 : 12) Definisi atau pengertian perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
- Definisi perusahaan dalam Pasal 1 huruf (b) UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, adalah sebagai berikut : Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba (Kansil, 2001).
Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan
Salah satu penentu efisiensi kerja suatu perusahaan adalah dengan menentukan tempat kedudukan dan letak perusahaan itu sendiri. Yang di maksud dengan letak dan tempat kedudukan adalah perusahaan kantor pusat perusaahan tersebut.
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan perusahaan dengan lembaga-lembaga lain seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan maupun dengan pelanggan.
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau produksi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya. Dalam penentuan letak perusahaan, hal yang lebih diperhatikan adalah efisiensi biaya seperti harga bahan mentah, tingkat upah buruh, tanah, pajak, biaya alat produksi tahan lama, biaya atas jasa pihak ketiga, dll.
Pemilihan tempat dan letak perusahaan adalah faktor penting untuk menjamin tercapainya tujuan perusahaan, efisiensi perusahaan, daerah pemasaran produk.
Jenis-jenis letak perusahaan dibedakan menjadi 4, antara lain :
a)
Terkait pada alam
Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, jadi tidak dapat ditentukan oleh manusia.
Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, jadi tidak dapat ditentukan oleh manusia.
Contoh : Usaha
pertanian, perusahaan pertambangan emas, minyak bumi, dll
b)
Berdasarkan sejarah
Letak perusahaan ini hanya dapat menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah.
Letak perusahaan ini hanya dapat menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Kerajinan batik di daerah Surakarta dan Yogyakarta.
Hal ini disebabkan karena pengrajin seni membatik ini di mulai dari para wanita
dalam kraton.
c)
Ditetapkan oleh pemerintah
Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan menjalankan aktivitasnya. Hal ini agar masyarakat disekitar lokasi tersebut tidak merasa terganggu. Perusahaan didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan menjalankan aktivitasnya. Hal ini agar masyarakat disekitar lokasi tersebut tidak merasa terganggu. Perusahaan didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya
dapat ditekan serendah mungkin
d)
Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Pada umunya jenis perusahaan bersifat industri. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan :
Pada umunya jenis perusahaan bersifat industri. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan :
- Dekat dengan bahan baku, pasar
- Dekat dengan pemasok tenaga kerja, tenaga air
- Dekat dengan transportasi umum
- Kesesuaian iklim
- Besarnya modal
Perusahaan dan Lembaga Sosial
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, bukan hanya untuk mencapai keuntungan maximal tetapi juga mempunyai tujuan membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.
Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.
Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.
Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Meskipun demikian memperoleh laba bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Masih ada tujuan lain seperti memberikan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, prestise, pertimbangan politik, upaya pengabdian kepada masyarakat dan sebagainya.
Dengan demikian, yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup, dan tanggung jawab sosial. Lembaga sosial lebih menekankan prioritasnya pada tanggung jawab sosial. Sebaliknya, perusahaan berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan.
Tujuan Pendirian Perusahaan
Tujuan didirikannya perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :
- Tujuan ekonomis : Upaya perusahaan untukmempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan
konsumen, tenaga produk,
kualitas, harga dan kuantitas
- Tujuan sosial : Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia,
faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai
tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen
ataupun pelanggan.
Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah sebagai suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat, maupun tanggung jawab sosial.
Menurut Brad Sugars “as a commercial, profitable enterprise that works without you”. Artinya sebuah bisnis akan bisa berjalan tanpa kita harus hadir, jika kita sebagai owner telah berhasil membangun sistem. Menurut Bard Sugars ada 4 kunci area yang harus dibuat sistemnya, yaitu :
1.
People & Education (SDM &
Pendidikan)
Di area ini terdapat beberapa sistem yang disarankan, yaitu :
- Membangun Training System (Sistem Pelatihan)
- Kontrak kerja dengan setiap pegawai
- Membuat aturan perusahaan
- Membangun sistem penghargaan & kompensasi (Recognition & Remuneration)
2.
Delivery & Distribution
(Pengiriman & Distribusi)
Di area ini, ada beberapa sistem yang perlu
dipertimbangkan :
- Merubah
kemasan produk untuk keamanan pengiriman
- Melakukan
stock opname secara regular
- Mengukur
biaya-biaya pengiriman (Delivery) untuk produk atau jasa
- Mengukur
kualitas & profesionalisme dalam jasa pengiriman
3. Testing & Measuring
Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan untuk
testing and measuring. Langkah awalnya ialah dengan memonitor yang sedang
dilakukan saat ini, kemudian pangkas, modifikasi, dan tingkatkan apa yang
sedang dilakukan, tergantung hasil yang didapatkan. Atas hasil tersebut, uji
& ukur hasilnya selama dua minggu, dan cek bagaimana hasil yang didapatkan,
lalu jika perlu maka konsolidasikan hasilnya ke orang lain. Sebagai langkah
akhir maka implementasikan strategi lain atau coba sesuatu yang baru untuk
meningkatkan hasilnya, apakah telah sesuai dengan tujuan awal. Berikut beberapa
hal yang disarankan untuk testing dan measuring :
- Menyusun
anggaran tahunan dan bulanan secara lengkap
- Sistem
pembelian secara lengkap untuk semua pembelian internal
- Analisis
profit dalam setiap kampanye marketing secara lengkap
- Sistem kas
kecil (petty cash) yang lengkap
- Memelihara
pencatatan margin profit
4. Systems & Technology
Hal yang perlu memastikan bahwa semua sistem yang
dibangun berjalan baik. Area ini adalah semua tentang sistem dan teknologi yang
secara ideal dibuat tersistematisasi. Berikut beberapa hal cepat & mudah
yang disarankan :
- Jadwal
pemeliharaan regular semua peralatan secara langkap
- Gunakan
sistem komputer (software) untuk memantau hutang dan tagihan
- Dokumentasikan
& gambarkan semua tugas (jobdesc) dalam Manual Operasi
- Jalankan
sistem kontrol persediaan secara terkomputerisasi
- Sistem yang
lengkap tentang pelatihan
- Gunakan
program computer (software) yang terbaru
- Meningkatkan
sistem telepon/fax secara sempurna
Langkah
Membangun Sistem Perusahaan
Dalam bukunya “Instant Systems”, Brad Sugars menjelaskan 9 langkah yang diperlukan untuk membangun sistem perusahaan, antara lain :
Langkah 1 : Visi
Tetapkan visi perusahaan Anda. Visi adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh bisnis Anda. Ibarat gunung, visi adalah puncak gunungnya.
Tetapkan visi perusahaan Anda. Visi adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh bisnis Anda. Ibarat gunung, visi adalah puncak gunungnya.
Langkah 2 : Pernyataan Misi
Pernyataan misi adalah bagaimana bisnis Anda akan mencapai visi. Lebih detail daripada visi. Ibarat gunung, misi adalah jalan menuju puncak gunung.
Pernyataan misi adalah bagaimana bisnis Anda akan mencapai visi. Lebih detail daripada visi. Ibarat gunung, misi adalah jalan menuju puncak gunung.
Langkah 3 : Pernyataan Budaya (Culture)
Secara umum, setidaknya Anda dapat memasukkan 12 point berikut :
Secara umum, setidaknya Anda dapat memasukkan 12 point berikut :
- 4 nilai terpenting sebagai pemimpin
perusahaan
- 4 nilai terpenting dari tim Anda
- 4 nilai terpenting dari customer Anda
Langkah 4 : Tujuan
Penetapan tujuan akan membantu Anda untuk mencapai visi. Sebab tujuan harus dibuat dalam kerangka waktu.
Penetapan tujuan akan membantu Anda untuk mencapai visi. Sebab tujuan harus dibuat dalam kerangka waktu.
Langkah 5 : Struktur Organisasi
Anda perlu mempertimbangkan posisi-posisi apa saja yang ada ketika bisnis Anda sudah selesai (saat berjalan tanpa kehadiran Anda). Anda perlu merencanakan itu semua di depan.
Anda perlu mempertimbangkan posisi-posisi apa saja yang ada ketika bisnis Anda sudah selesai (saat berjalan tanpa kehadiran Anda). Anda perlu merencanakan itu semua di depan.
Langkah 6 : Kontrak Posisi
Sangat penting mengatakan kepada SDM Anda, apa yang mereka harus dilakukan. Sampaikan dengan jelas. Memiliki kontrak posisi (kontrak kerja) akan menyelamatkan Anda dari perselisihan yang dapat melibatkan emosi & kesalahpahaman.
Sangat penting mengatakan kepada SDM Anda, apa yang mereka harus dilakukan. Sampaikan dengan jelas. Memiliki kontrak posisi (kontrak kerja) akan menyelamatkan Anda dari perselisihan yang dapat melibatkan emosi & kesalahpahaman.
Langkah 7 : Indikator Kinerja (Key Performance
Indicators)
Anda harus memiliki Key Performance Indicators (Indikator Kinerja) untuk setiap posisi. Secara umum, setiap posisi sebaiknya memiliki tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 10 KPI.
Anda harus memiliki Key Performance Indicators (Indikator Kinerja) untuk setiap posisi. Secara umum, setiap posisi sebaiknya memiliki tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 10 KPI.
Langkah 8 : Manual How-to
Manual How-to tidak harus selalu dalam bentuk tertulis, tapi juga bisa dalam bentuk video atau audio atau apapun selama bisa mencapai tujuan.
Manual How-to tidak harus selalu dalam bentuk tertulis, tapi juga bisa dalam bentuk video atau audio atau apapun selama bisa mencapai tujuan.
Langkah 9 : Milestone
Banyak tahap-tahap yang harus dilalui oleh sebuah bisnis dari masa pertumbuhan mencapai tahapan maturity. Ada banyak peristiwa yang bisa dijadikan milestone (tonggak bersejarah) selama perjalanan bisnis itu. Gunakan milestone tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem.
Banyak tahap-tahap yang harus dilalui oleh sebuah bisnis dari masa pertumbuhan mencapai tahapan maturity. Ada banyak peristiwa yang bisa dijadikan milestone (tonggak bersejarah) selama perjalanan bisnis itu. Gunakan milestone tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem.
Fungsi Perusahaan
Dalam mencapai tujuan suatu perusahaan, ada dua fungsi perusahaan yang apabila dijalankan perusahaan dapat menjalankan operasinya dengan terkoodinir, terintegrasi, baik dan lancar, perusahaan dapat mencapai tujuannya, yaitu :
- Fungsi Operasi
- Fungsi Manajemen
Ciri-Ciri Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki ciri-ciri yang menunjukkan atau mencerminkan kekhasan perusahaan tersebut yang membuat perusahaan yang bersangkutan mudah dikendali. Ciri umumnya adalah :
- Operatif
- Koordinatif
Koordinasi diperlukan karena suatu perusahaan dijalankan
oleh lebih dari satu individu. Maka dibutuhkan koordinasi
semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan secara optimal.
- Regular
Untuk mencapai kesinambungan perusahaan
diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu
bergerak maju.
- Dinamis
Karena lingkungan selalu berubah (dinamis), perusahaan
harus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap
perubahan agar tetap
bertahan.
- Formal
Perusahaan selaku pelaku kegiatan ekonomi harus tunduk dan patuh kepada peraturan yang berlaku di pemerintah setelah
memenuhi persyaratan pendirian.
- Lokasi
Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu
dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Lingkungan perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan maupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Lingkungan eksternal perusahaan dibedakan menjadi 2, antara lain :
Lingkungan eksternal perusahaan tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan maupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Lingkungan eksternal perusahaan dibedakan menjadi 2, antara lain :
a. Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal yang tidak berpengaruh langsung
terhadap
kegiatan usaha.
Contoh :
Contoh :
·
Keadaan alam : SDA, lingkungan
·
Politik dan hankam : Kehidupan
operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana
perusahaan berada menciptakan
·
Hukum
·
Perekonomian
·
Pendidikan dan kebudayaan
·
Sosial dan budaya
·
Kependudukan
·
Hubungan internasional
b.
Lingkungan eksternal mikro adalah
lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
Contoh :
·
Pemasok / supplier : Sebagai penunjang
kelangsungan operasi perusahaan
·
Perantara : Misalnya
distributor, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi
ke konsumen
· Teknologi : Sebagai yang
berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode.
·
Pasar : Sebagai sasaran dari
produk yang dihasilkan perusahaan
2. Lingkungan Internal
Lingkungan internal perusahaan adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contoh :
Lingkungan internal perusahaan adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Contoh :
· Tenaga kerja, peralatan dan mesin
· Permodalan (pemilik, investor,
pengelolaan dana)
· Bahan mentah, bahan setengah
jadi, pergudangan
· Sistem informasi dan
administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan
Faktor Lingkungan
Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan perusahaan :
1) Lingkungan perekonomian yang erat berhubungan dengan pasar dimana diadakan penjualan dan
pembelian barang dan jasa.
2) Lingkungan seperti politik, pemerintah, hukum, dan militer yang mengatur kegiatan perusahaan.
3) Keadaan sosial meliputi berbagai golongan penduduk dengan sikap kepercayaan, tingkah laku
yang dicerminkan dalam lembaga sosial
yang ada.
Dari ketiga
golongan di atas masih dapat diperinci lagi menjadi 8, antara lain :
1) Tanah dan alam sekitar, tanah dan sumber alam merupakan salah satu factor penting untuk
kegiatan perusahaan.
2) Ilmu pengetahuan dan seni, ilmu pengetahuan menunjukkan metode, manajemen kepada
pimpinan dalam mengelola perusahaan.
Penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia perusahaan
akan dapat membantu menggali ilmu pengetahuan lebih lanjut.
3) Pemerintah dan hukum, aspek positif dari pemerintah akan dibutuhkan oleh perusahaan ialah
akan dapat membantu menggali ilmu pengetahuan lebih lanjut.
3) Pemerintah dan hukum, aspek positif dari pemerintah akan dibutuhkan oleh perusahaan ialah
perlindungan terhadap hak milik,
pemeliharaan tata hukum, dan keamanan, serta penggunaan
keuangan, tetapi pemerintah perlu mengadakan pembatasan dengan mengadakan pemungutan
pajak dan tarif.
4) Uang, kredit, kapital. Uang kredit merupakan darah bagi kehidupan perusahaan. Apabila uang,
kredit, dan kapital ini lambat akan menghambat jalannya perusahaan. Sebaliknya, jika jumlah
yang terlampau banyak akan mengganggu perusahaan. Uang sebagai alat pembayaran,
termasuk kredit didalamanya. Mengenai kapital perusahaan tidak akan dapat menjalankan
fungsinya tanpa kapital, dana kapital ini dalam bentuk terkumpulnya uang atau kredit yang
diinvestasikan dalam perusahaan.
5) Tersedianya tenaga kerja dalam perusahaan, pada umumnya bersatu dalam bentuk serikat kerja.
keuangan, tetapi pemerintah perlu mengadakan pembatasan dengan mengadakan pemungutan
pajak dan tarif.
4) Uang, kredit, kapital. Uang kredit merupakan darah bagi kehidupan perusahaan. Apabila uang,
kredit, dan kapital ini lambat akan menghambat jalannya perusahaan. Sebaliknya, jika jumlah
yang terlampau banyak akan mengganggu perusahaan. Uang sebagai alat pembayaran,
termasuk kredit didalamanya. Mengenai kapital perusahaan tidak akan dapat menjalankan
fungsinya tanpa kapital, dana kapital ini dalam bentuk terkumpulnya uang atau kredit yang
diinvestasikan dalam perusahaan.
5) Tersedianya tenaga kerja dalam perusahaan, pada umumnya bersatu dalam bentuk serikat kerja.
Berhasilnya perusahaan tergantung
pada tingkat keterampilan, kesehatan, dan sikap dari
tenaga kerja. Hal ini sangat tergantung pada sistem pendidikan, standar hidup, dan inisiatif dari
masyarakat.
6) Sikap konsumen, usaha perusahaan untuk mengurangi resiko dalam memenuhi kebutuhan
tenaga kerja. Hal ini sangat tergantung pada sistem pendidikan, standar hidup, dan inisiatif dari
masyarakat.
6) Sikap konsumen, usaha perusahaan untuk mengurangi resiko dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat dengan memperhatikan sikap konsumen
dan publik.
7) Kepercayaan dan agama, mempengaruhi tingkah laku manusia serta etika masyarakat, hal ini
7) Kepercayaan dan agama, mempengaruhi tingkah laku manusia serta etika masyarakat, hal ini
mempengaruhi kebijaksanaan perusahaan
yang diambil oleh manajer. Standar etika ini harus
diikuti oleh perusahaan.
8) Hubungan internasional, hubungan ini meliputi penyediaan sumber ekonomi, bahan perdagangan
diikuti oleh perusahaan.
8) Hubungan internasional, hubungan ini meliputi penyediaan sumber ekonomi, bahan perdagangan
dan politik mungkin tidak terbatas
pada bahan dasar, tetapi juga berupa tenaga kerja terdidik
yang didatangkan dari luar negeri.
yang didatangkan dari luar negeri.
Pendekatan Dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan
Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu
dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat
erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan
tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan
lingkungan pada mulanya telah dilakukan secara tradisional yaitu mereka yang
beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang
menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang
mengelilingi bisnisnya.
Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan tersebut memang cocok dengan kondisi saat itu, dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai pasar penjual (Seller’s Market), yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan tersebut memang cocok dengan kondisi saat itu, dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai pasar penjual (Seller’s Market), yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat di antara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut pasar pembeli (Buyer’s Market), yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan si penjual.
Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “Pembeli adalah Raja”, siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan faktor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “Pendekatan yang berorientasi konsumen”.
RIZKY HERMAWAN
27215731
1EB17
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar