Minggu, 27 September 2015

BAB 11 AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN


BAB 11
AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Pengertian Akuntansi

Akuntansi merupakan sekumpulan prosedur untuk mencatat, mengikhtisarkan, melaporkan dan mengklasifikasikan dalam bentuk laporan keuangan. Dalam pengelolaan keuangan yang baik dan transparan diperlukan pengetahuan dan ketrampilan akuntansi yang baik pula. Dimana kemampuan dalam memberikan informasi keuangan yang akurat dapat memberikan dampak terhadap bisnis itu sendiri. Kali ini kita akan bahas terlebih dahulu tentang pengertian akuntansi secara umum yang dijelaskan oleh pakar dibidangnya.

Beberapa pengertian akuntansi secara umum akan dijelaskan oleh para ahli dibawah ini :
  • West Churman : Mengemukakan bahwa akuntansi ialah pengalaman tertulis yang gunanya untuk mengambil suatu keputusan yang terjadi dalam sebuah perusahaan.
  • Accounting Principles Board : Akuntansi merupakan kegiatan jasa yang berfungsi menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang kemudian dapat digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi.
  • American Accounting Association : Akuntansi merupakan sebuah proses pengidentifikasian, pencatatan, pengukuran, dan laporan transaksi keuangan dari suatu organisasi yang dijadikan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh pihak yang membutuhkan.
  • Sophar Lumbantoruan : Akuntansi ialah alat yang digunakan sebagai bahasa bisnis dimana informasi yang disampaikan hanya mampu dipahami jika mekanisme akuntansi sudah dimengerti.
  • Keputusan Menteri Keuangan : Akuntansi merupakan sebuah proses pengumpulan, penganalisaan, pengklarifikasian, pencatatan, peringkasan, dan pelaporan terhadap transaksi keuangan dari kesatuan ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi yang memerlukan informasi tersebut yang gunanya untuk pengambilan sebuah keputusan.

Fungsi Akuntansi 

          Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi beserta perubahan yang terjadi didalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

Fungsi dasar akuntansi : 
a)    Menciptakan sistem akuntansi. 
b)     Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memasukkan secara singkat 
                       transaksi-transaksi perusahaan.
                c)    Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan 
                       pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan.

Pihak-Pihak yang Berkepentingan

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah :

1.      Para pemilik dan calon pemilik perusahaan 
      Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan.

2.      Para pengelola perusahaan 
      Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.

3.      Para pegawai/karyawan perusahaan 
      Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan.

4.      Para investor 
      Para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia.

5.      Para kreditor 
      Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan yang bonafid.

6.      Pemerintah 
      Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.

7.      Rekanan perusahaan 
      Rekanan perusahaan disini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.

Prinsip Akuntansi

a)      Kesatuan Usaha (Entitas) : Konsep ini sering disebut business entity concept. Konsep ini membatasi ruang lingkup kepentingan. Dalam akuntansi keuangan, perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan sumber-sumber perusahaan. Pemisahan ini ditujukan agar perusahaan berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan keuangan perusahaannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

b)     Kontinuitas Usaha (Going Concern) : Konsep ini mengasumsikan suatu entitas ekonomi akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan, kecuali bila ada bukti sebaliknya.

c)      Penggunaan Unit Moneter dalam Pencatatan : Semua transaksi-transaksi yang terjadi akan dicatat dalam bentuk unit moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang digunakan adalah mata uang dari negara dimana perusahaan itu berdiri. Contoh : Indonesia unit moneternya Rupiah, Australia unit moneternya Dollar Australia, dan sebagainya.

d)      Periode Waktu (Time Period) : Adanya pembatasan waktu untuk dapat menilai dan melaporkan hasil dari usaha yang dijalankan. Hal ini disebabkan karena perusahaan dianggap akan terus hidup dimasa yang akan datang, sehingga tidak mungkin apabila untuk mengetahui keuntungan atau kerugian dari usaha kita harus menunggu perusahaan ditutup terlebih dahulu.

e)      Biaya Hostoris (Historical Cost) : Prinsip ini menetapkan nilai yang akan dilaporkan dalam laporan keuangan. Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam melaporkan nilai dalam laporan keuangan diantaranya : 
  • Nilai Buku (Book Value) 
  • Nilai Tunai (Present Value) 
  • Nilai Ganti (Replacement Value) 
  • Nilai Pasar (Market Value)
f)      Penetapan nilai yang dipakai dalam laporan keuangan dengan menggunakan harga perolehan merupakan hal yang terbaik dibandingkan cara-cara yang lain. Harga perolehan adalah merupakan jumlah pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh suatu aktiva hingga siap pakai. Yang termasuk unsur harga perolehan adalah harga beli aktiva tersebut ditambah biaya-biaya lainnya sehingga aktiva tersebut siap digunakan.

g)      Pengakuan Pendapatan (Recognition of Revenue) : Pendapatan adalah kenaikan bersih kekayaan perusahaan sebagai hasil dari kegiatan perusahaan karena :
  • Penjualan barang / jasa kepada pelanggan. 
  • Penerimaan sewa, bunga, deviden, royalities dan pendapatan lainnya. 
  • Keuntungan dari penjualan aktiva. 
  • Keuntungan dari pelunasan hutang. 
  • Besarnya pendapatan diukur dengan nilai uang, yaitu sebesar nilai tunai dari hasil penjualan barang / jasa atau aktiva lainnya. Untuk transaksi non kas harus ditentukan berdasarkan harga perolehan atau harga pasarnya atau berdasarkan pertimbangan lainnya yang dianggap terbaik. Pengakuan pendapatan dilakukan berdasarkan waktu (accrual basic) yaitu berdasarkan saat terjadinya transaksi penjualan barang ataupun jasa.
h)      Mempertemukan Beban dan Pendapatan (Matching Cost and Revenue) : Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini sangat bermanfaat untuk menentukan besarnya penghasilan bersih yang diperoleh perusahaan setiap periodenya. Karena biaya harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatannya.

i)      Konsistensi (Consistency) : Menurut prinsip ini, perusahaan dituntut untuk menerapkan prosedur dan metode akuntansi yang sama (konsisten) dari satu periode ke periode berikutnya.

j)      Pengungkapan Lengkap (Full Disclousure) : Dalam menyajikan data atau informasi keuangan suatu perusahaan harus secara lengkap dan tidak boleh ada yang disembunyikan.

k)      Materiil (Materiality) : Pada dasarnya akuntansi disusun berlandaskan dasar teori yang diterapkan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu cara tertentu. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak semua transaksi diperlakukan sesuai dengan teori.

l)      Konservatif (Konservatism) : Pada prinsip ini, laporan keuangan disusun sedemikian rupa dengan penilaian yang direndahkan. Hal ini terjadi karena adanya sikap berhati-hati pihak manajemen yang tercermin dalam laporan keuangan untuk mengantisipasi keadaan pada waktu tidak diperoleh laba atau rugi.

m)      Dasar Akrual (Accrual Basic) : Untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar akrual. Dengan demikian, transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian, bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Kemudian, transaksi dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang sama. Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual tidak hanya memberikan informasi transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas. Tetapi, kewajiban pembayaran kas dan sumber daya yang menunjukkan kas yang akan diterima dimasa depan juga diinformasikan.


LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENT)

Sebelum pembahasan mengenai laporan keuangan, ada hal penting yang harus dipahami terlebih dahulu, yaitu jenis-jenis perusahaan. Karena perbedaan jenis perusahaan berpengaruh terhadap format dan perkiraan-perkiraan yang digunakan dalam laporan.

Jenis-Jenis Perusahaan

Jenis-jenis perusahaan berdasarkan pemilikan dan status hukum dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

1.      Perusahaan Perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan dan biasanya status hukum perusahaan berbentuk UD (Usaha Dagang), CV (Commanditaire Verschop), PD (Perusahaan Dagang) dan sebagainya.

2.      Perseroan Terbatas (PT) adalah perusahaan yang modalnya terbagi atas saham-saham yang dimiliki oleh banyak orang, yang disebut pemegang saham. Status hukum PT harus mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman RI.

Selanjutnya ada 3 macam jenis perusahaan dilihat dari bidang usaha, yaitu :

1.      Perusahaan  Jasa (Service Company), yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa keahlian. Contoh seperti usaha salon, usaha bengkel, bank, asuransi, sekolah, universitas, klinik dokter, kantor notaris, rumah sakit, usaha rental mobil, usaha jasa pengiriman dan sebagainya.

2.      Perusahaan Dagang (Trading Company), yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya melakukan pembelian suatu barang untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk maupun fungsi barang tersebut. Contoh seperti showroom atau dealer motor, apotik, toko elektronik, toko buku, supermarket, toko pakaian, dan sebagainya.

3.      Perusahaan  Industri (Manufacture), yaitu perusahaan yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi melalui proses produksi kemudian menjual hasil produksi. Contoh seperti restaurant, kerajinan mebel, pabrik permen/coklat dan sebagainya.

Pengertian Laporan Keuangan 

          Laporan keuangan adalah sekumpulan informasi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu yang disajikan dalam bentuk laporan sistematis yang mudah dibaca dan dipahami oleh semua pihak yang membutuhkan.

Unsur Laporan Keuangan

Unsur utama Laporan Keuangan terdiri dari :

1.      Laporan Laba Rugi (Income Statement). 
2.      Laporan Perubahan Ekuitas (untuk perusahaan perseorangan) (Capital  Statement) atau Laporan
            Saldo Laba (untuk perseroan terbatas) (Retained Earning Statement).
     3.   Neraca (Balance Sheet).
4.      Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement). 
5.      Catatan Atas Laporan Keuangan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini diuraikan gambaran singkat dan bentuk umum masing- masing unsur laporan keuangan diatas.

Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi adalah suatu laporan sistematis yang menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu. Hasil operasi perusahaan diperoleh dengan cara membandingkan antara penghasilan yang diperoleh dengan beban-beban yang telah dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut. Mempertemukan penghasilan dengan beban yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut dalam akuntansi disebut dengan prinsip ‘Matching’.

Bentuk Laporan Laba Rugi

Ada 2 macam bentuk laporan laba rugi, yaitu Bentuk Single Step dan Multi Step. Dalam praktik pembukuan perusahaan di Indonesia, bentuk Multi Step yang lebih sering digunakan.

Contoh : Laporan Laba Rugi (Bentuk Multi Step)  - Perusahaan Jasa

‘NAMA PERUSAHAAN’
LAPORAN LABA RUGI
Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Pendapatan usaha                                                                                                  Rp. 50.000.000,
Beban usaha :
Beban gaji karyawan              Rp. 8.000.000,-
Beban sewa kantor                 Rp. 4.000.000,-
Beban listrik, telepon dan air  Rp. 2.000.000,-
Beban penyusutan                  Rp. 2.000.000,-
Beban lain-lain                        Rp. 1.000.000,-
Jumlah beban usaha                                                                                    Rp. 19.000.000,-
Laba usaha                                                                                                    Rp. 31.000.000,-

Pendapatan luar usaha :
Pendapatan bunga                  Rp. 1.000.000,-
Pendapatan jasa giro              Rp.    500.000,-
Jumlah pendapatan luar usaha                                   Rp. 1.500.000,-
Beban luar usaha :
Beban bunga pinjaman           Rp.    800.000,-
Denda keterlambatan             Rp.    200.000,-
Jumlah beban luar usaha                                            Rp. 1.000.000,-
Jumlah pendapatan / beban luar usaha                                                      Rp.     500.000,-
Laba bersih sebelum pajak                                                                          Rp. 31.500.000,-
Pajak penghasilan badan (PPh pasal 29) – lampiran                                     Rp.  4.500.000,-
Laba bersih setelah pajak                                                                            Rp. 27.000.000,


Contoh : Laporan Laba Rugi ( Bentuk Multi Step ) – Perusahaan Dagang

‘NAMA PERUSAHAAN’
LAPORAN LABA RUGI
Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Penjualan kotor (bruto)                                                                                           Rp. 80.000.000,-
Retur penjualan                                       Rp. 2.000.000,-
Potongan penjualan                                Rp. 1.000.000,-                                               
                                                                                                                                   Rp.   3.000.000,-
Penjualan bersih (neto)                                                                                 Rp. 77.000.000,-

Harga Pokok Penjualan
Persediaan barang dagangan (awal)                                       Rp. 25.000.000,-
Pembelian                                               Rp. 40.000.000,-
Beban angkut pembelian                        Rp.   1.500.000,-
                                                                Rp. 41.500.000,-
Potongan penjualan    Rp. 1.000.000,-
Retur pembelian         Rp. 2.000.000,-
Potongan pembelian   Rp. 1.000.000,-
                                                                Rp.   4.000.000,-
Pembelian bersih                                                                     Rp. 37.500.000,-
Barang siap jual                                                                       Rp. 62.500.000,-
Persediaan barang dagangan (akhir)                                      Rp. 33.500.000,-
Jumlah harga pokok penjualan                                                                    Rp. 29.000.000,-
            Laba Kotor                                                                                                     Rp. 48.000.000,-
Beban operasi perusahaan
Beban penjualan :
Beban angkut penjualan                       Rp.    750.000,-
Beban gaji bag.penjualan                     Rp. 5.000.000,-
Beban penjualan lain-lain                      Rp. 1.250.000,-
                                                                                                  Rp.7.000.000,-
Beban administrasi dan umum :
Beban sewa                                           Rp. 2.000.000,-
Beban iklan                                            Rp.     500.000,-
Beban listrik, telepon dan air                 Rp. 3.000.000,-
Jumlah beban usaha                                                                 Rp. 5.500.000,-
Jumlah beban operasi perusahaan                                                             Rp. 12.000.000,-
Laba bersih operasi perusahaan                                                                 Rp. 36.000.000,-Pendapatan dan beban luar usaha
Pendapatan :
Pendapatan bunga                                                                    Rp.     150.000,-
Beban :
Beban bunga                                                                             Rp.     350.000,-
Jumlah pendapatan / beban luar usaha                                                     (Rp.    500.000,-)
            Laba bersih sebelum pajak                                                                         Rp. 35.500.000,-
Pajak penghasilan badan (PPh pasal 29) – lampiran                                     Rp.   4.500.000,-
Laba bersih setelah pajak                                                                             Rp. 31.000.000,-


Contoh : Laporan Perubahan Ekuitas untuk Perusahaan Perseorangan

“NAMA PERUSAHAAN”
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Ekuitas (awal)                                                                                                          Rp. 200.000.000,-
Laba bersih setelah pajak                                                 Rp. 31.000.000,-
Prive                                                                                  Rp. 10.000.000,-
Penambahan modal                                                                                                 Rp.   21.000.000,-
          Ekuitas (akhir)                                                                                              Rp. 221.000.000,-


Contoh : Laporan Saldo Laba untuk Perseroan Terbatas (PT)

“NAMA PERUSAHAAN”
LAPORAN SALDO LABA
Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Saldo laba (awal)                                                                                                      Rp. 200.000.000,-
Laba bersih setelah pajak                                            Rp. 31.000.000,-
Deviden                                                                        Rp. 10.000.000,-
Penambahan Laba Ditahan Periode Berjalan                                                           Rp.   21.000.000,-
          Saldo laba (akhir)                                                                                          Rp. 221.000.000,-


Neraca (Balance Sheet)

          Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, terdiri dari Aktiva (harta kekayaan), Kewajiban dan Modal pada suatu tanggal tertentu. Neraca merupakan bentuk resmi dari persamaan akuntansi.

Contoh : NERACA (bentuk skontro)

“NAMA PERUSAHAAN”
N  E  R  A  C  A
Per tanggal 31 Desember 2004


Aktiva Lancar :
Kas                           Rp. 15.000.000,-
Bank                         Rp.   7.000.000,-
Deposit                     Rp. 25.000.000,-
Piutang usaha          Rp.   3.000.000,-
Perlengkapan           Rp.   5.000.000,-
     Jumlah                       Rp. 55.000.000,-

Aktiva Tetap :
Tanah                        Rp. 30.000.000,-
Bangunan                 Rp. 50.000.000,-
Kendaraan                Rp. 20.000.000,-
     Jumlah                       Rp. 80.000.000,-


Jumlah Aktiva                          Rp.135.000.000,-



Hutang Lancar :
Hutang usaha  Rp. 11.000.000,-
Hutang pajak   Rp.   4.000.000,-
Hutang bank    Rp.   2.000.000,-
     Jumlah                   Rp. 17.000.000,-

Hutang jangka panjang :
Hutang hipotek            Rp. 13.000.000,-

     Jumlah Hutang       Rp. 30.000.000,-

Ekuitas :
Pemilik modal              Rp.105.000.000,-


Jumlah Htang & Ekuitas   Rp.135.000.000,-


Laporan Arus Kas (Statement Of Cash Flow)

          Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi arus kas perusahaan sebagai dasar menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan menggunakan kas. Komponen laporan antara lain :
  • Kas, terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro bank. 
  • Setara Kas, adalah investasi yang sifatnya sangat likuid yang dapat dijadikan kas. 
  • Arus Kas, adalah arus kas masuk dan arus kas keluar atau setara kas. 
  • Aktivitas Operasi, adalah aktivitas penghasil utama pendapatan dan aktivitas lain yang bukan investasi dan pendanaan. Contoh: Penjualan barang dan jasa, penerimaan royalty, fee, komisi atau lainnya. Pembayaran kepada pemasok/supplier atau karyawan. 
  • Aktivitas Investasi, adalah aktivitas perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain. Contoh: Pembelian aktiva tetap, penjualan tanah, bangunan, peralatan, dan sebagainya. Uang muka dan pinjaman kepada pihak lain. 
  • Aktivitas Pendanaan, adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Contoh: Penerimaan emisi saham, obligasi, pinjaman, wesel, hipotik atau lainnya. Pembayaran kepada pemegang saham, pelunasan pinjaman, dan sebagainya.
Contoh : Metode yang digunakan untuk menyusun Laporan Arus Kas adalah Metode Langsung (Direct  Methods)

“NAMA PERSEROAN TERBATAS”
LAPORAN ARUS KAS
Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Arus kas dari aktivitas operasi :
Penerimaan uang dari pelanggan                                               xx
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan                      xx
Kas yang dihasilkan operasi                                                        xx
Pembayaran bunga                                                                    (xx)
Pembayaran pajak penghasilan                                                 (xx)
Arus kas sebelum pos luar biasa                                                xx
Penerimaan kas lain-lain (misal premi)                                       xx
Arus kas bersih dari aktivitas operasi                                                                        xx


RIZKY HERMAWAN 

27215731

1EB17


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar